PONOROGO, LINGKARWILIS.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, secara resmi membuka ajang Olimpiade Kader Ulama Intelek (OKUI) 2025 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Selasa sore (27/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 100 tahun berdirinya PMDG.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan santri dan tamu undangan, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa OKUI bukan sekadar ajang kompetisi akademik, melainkan sarana pembinaan yang bertujuan menumbuhkan minat dan bakat para santri dalam bidang ilmu agama dan pengetahuan umum.
“Lebih dari sekadar mencari juara, OKUI adalah panggung pembentukan karakter dan penguatan kepercayaan diri santri. Kita berharap mereka tumbuh menjadi ulama yang tidak hanya paham agama, tetapi juga melek ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Mu’ti usai meresmikan pembukaan kegiatan.
Baca juga : Lolos ke Porprov Jatim 2025, Tim Sepak Bola Kota Kediri Bidik Laga Final
Mu’ti juga menyampaikan bahwa semangat yang diusung Gontor melalui OKUI sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul yang dicanangkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin keempat.
Ia menambahkan, peran PMDG sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren tidak hanya penting secara historis, tetapi juga strategis dalam membangun masa depan bangsa melalui penciptaan pemimpin umat yang intelek dan berwawasan luas.
“Gontor bukan sekadar pesantren, tetapi kawah candradimuka yang telah melahirkan banyak tokoh besar di level nasional dan internasional. OKUI menjadi bukti nyata komitmen Gontor dalam memajukan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan keilmuan,” katanya.
Baca juga : DPRD Dorong ASN Baru di Kabupaten Kediri Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Pelayanan Publik
Ajang OKUI 2025 ini diikuti 135 peserta dan 24 pembimbing dari 12 kampus PMDG Putra, pesantren alumni yang tergabung dalam Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG), serta pesantren Mu’adalah Muallimin dari berbagai daerah di Indonesia.
Para peserta akan bersaing dalam sejumlah bidang, mulai dari Matematika, Sains, Teknologi, hingga kajian Keislaman. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 31 Mei 2025.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





