Empat Bulan Berjalan, Budidaya Jamur Sekam di Gurah Tembus Pasar Hotel

Empat Bulan Berjalan, Budidaya Jamur Sekam di Gurah Tembus Pasar Hotel
Kak EP, di Lokasi Budidaya Jamur (BIdu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM — Baru berjalan empat bulan, budidaya jamur sekam di Dusun Ngrancangan, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, telah menunjukkan perkembangan menggembirakan. Usaha kolektif yang digagas sekelompok pemuda ini berhasil menembus pasar hotel, rumah makan, hingga pasar tradisional di wilayah Kediri.

Kak EP, salah satu inisiator sekaligus pengelola, mengungkapkan bahwa produksi harian jamur tiram berbasis sekam ini mampu mencapai 20 hingga 30 kilogram. Bahkan dalam kondisi tertentu, hasil panen bisa menembus 50 kilogram per hari.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Respons pasar sangat positif. Permintaan terus meningkat dari berbagai sektor,” ujarnya saat ditemui di lokasi panen, Minggu (15/6/2025).

Baca juga : Persik Kediri Lepas Tiga Pemain, Abiyoso hingga Fane Tak Lagi Berseragam Macan Putih

Yang menarik, usaha ini tidak dikelola secara individu, melainkan berbasis gotong royong. Berangkat dari ide coba-coba, kini kegiatan ini mulai menunjukkan hasil nyata. Dengan memanfaatkan limbah sekam yang mudah diperoleh dan menerapkan kerja kolektif, budidaya ini dinilai efisien, ramah lingkungan, dan memiliki prospek pengembangan jangka panjang.

Media tanam terdiri dari campuran sekam dan nutrisi khusus, dengan perawatan sederhana seperti penyemprotan pupuk seminggu sekali dan pengaturan kelembapan sesuai kondisi cuaca. Panen dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore.

“Memang hasil panen belum sepenuhnya stabil, tapi kami terus belajar untuk meningkatkan kualitas produksi. Harga jual di tempat budidaya sekitar Rp17.000 per kilogram, sedangkan di pasaran bisa lebih tinggi tergantung lokasi,” tambahnya.

Baca juga : Pendaftar SPMB SMPN di Kota Blitar Melonjak, Dinas Pendidikan Tegaskan Tak Tambah Rombel

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus belajar, para pengelola berharap dapat memperluas kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, serta membuka peluang usaha baru berbasis pertanian organik yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *