Blitar, LINGKARWILIS.COM – Di balik kemegahan Candi Penataran, Kabupaten Blitar juga menyimpan situs bersejarah lain yang tak kalah penting: Candi Simping, yang dipercaya sebagai tempat pendarmaan Raden Wijaya, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit.
Terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Candi Simping berada sekitar 15 menit dari pusat Kota Blitar, menuju arah selatan. Lokasinya mudah diakses melalui jalur menuju Pantai Tambakrejo dan sudah dilengkapi jalan beraspal mulus. Kawasan sekitar candi memiliki suasana sejuk dan asri, dengan area parkir yang cukup luas, menjadikannya nyaman untuk dikunjungi berbagai kalangan wisatawan.
Menurut catatan sejarah, Candi Simping merupakan tempat penyimpanan abu kremasi Raden Wijaya sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap raja yang membangun kejayaan Majapahit, kerajaan besar yang menjadi tonggak awal kebesaran Nusantara. Keberadaan candi ini sekaligus mengukuhkan pentingnya Blitar sebagai salah satu wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kejayaan kerajaan di Jawa.
Baca juga : Korupsi Proyek IPAL Blitar, Jaksa Buru Satu Tersangka yang Masih Buron
Menariknya, penemuan kembali Candi Simping tercatat pada 30 Juli 1854 oleh Johannes Elias Teijsmann, seorang ahli botani asal Belanda. Informasi ini terekam dalam jurnal ilmiah kolonial berjudul “Natuurkundig Tijdschrift Voor Nederlandsch Indie”, yang diterbitkan di Batavia pada tahun 1856. Saat pertama kali ditemukan, struktur candi dalam kondisi runtuh dan belum diketahui identitasnya secara pasti.
Masyarakat lokal kala itu menyebut bangunan ini dengan nama “Soengkoep” – dalam ejaan lama berarti sungkup atau cungkup – merujuk pada bentuknya yang menyerupai atap pelindung atau bangunan kecil pemakaman.
Kini, Candi Simping menjadi destinasi wisata edukasi, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin menelusuri jejak sejarah kerajaan Majapahit secara langsung. Selain struktur bangunan yang masih menyisakan relief-relief khas pada batu andesit, candi ini juga menjadi bukti nyata praktik pendarmaan raja dalam budaya kerajaan Jawa kuno.
Baca juga : Persik Kediri Rekrut 7 Pemain Baru untuk Liga 1 2025/2026, Ini Daftarnya
Sebagai situs bersejarah, Candi Simping tak hanya menjadi pengingat akan sosok besar Raden Wijaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian identitas sejarah bangsa yang kaya dan bermakna.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





