Lamongan, LINGKARWILIS.COM β Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) Kelompok 4 menginisiasi pembuatan lubang resapan biopori di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, sebagai upaya mengurangi genangan air saat musim hujan. Program tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Desa Sukorejo, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan konservasi lingkungan ini menjadi bentuk edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan daya serap tanah di wilayah yang kerap mengalami genangan ketika curah hujan tinggi.
Koordinator Mahasiswa KKN Unisla Kelompok 4, M. Farid Ali Mahmud, menjelaskan bahwa biopori dibuat menggunakan pipa PVC berdiameter empat inci yang telah diberi lubang di seluruh sisinya. Pipa kemudian ditanam secara vertikal di sejumlah titik rawan genangan dan diisi sampah organik, seperti daun kering serta sisa tanaman, sebelum ditutup rapat.
“Metode ini memiliki dua manfaat sekaligus. Lubang pada pipa mempercepat infiltrasi air hujan ke dalam tanah sehingga genangan berkurang lebih cepat. Di sisi lain, sampah organik di dalamnya akan terurai secara alami menjadi kompos yang menyuburkan tanah,” ujar Farid.
Baca juga :Β Dorong Ekspor Kerapu, Pemkab Lamongan Modernisasi Tambak dengan Teknologi IoT dan Aerator Venjet
Menurutnya, selain meningkatkan resapan air, biopori juga menjadi solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah organik. Program ini difokuskan di area sekitar Lapangan Desa Sukorejo dan mendapat sambutan positif dari pemerintah desa maupun masyarakat. Kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat turut terlibat langsung dalam proses pemasangan biopori.
Farid berharap program tersebut dapat membantu mengurangi persoalan genangan yang selama ini kerap mengganggu aktivitas warga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan secara mandiri,” tambahnya.
Kepala Desa Sukorejo, Suminto, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa. Menurutnya, kerja sama tersebut menghadirkan inovasi yang bermanfaat untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa ini mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkap Suminto.
Baca juga : Peringati Hari Anak Nasional, Kapolres Kediri Kota Pentaskan Wayang Edukatif di Mapolsek Kediri Kota
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 4 Unisla, Dr. Emalia Nova Sustyorini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa teknologi biopori dirancang untuk meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan, mengurangi limpasan permukaan, menekan potensi banjir, serta menjaga cadangan air tanah.
Selain itu, sampah organik yang terurai di dalam pipa akan menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
“Hasil penguraian sampah organik di dalam pipa akan menghasilkan unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan,” jelas Dr. Emalia.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin