LINGKARWILIS.COM – Kegiatan Car Free Day (CFD) di Tulungagung tercoreng oleh ulah oknum juru parkir (jukir) nakal yang memungut tarif melebihi ketentuan.
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat dan berdampak langsung pada menurunnya jumlah pengunjung yang pada akhirnya merugikan para pedagang.
Haris Mukti, salah satu pengurus paguyuban pedagang CFD Tulungagung, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima keluhan soal praktik pungli jukir tersebut. Ia menyebut bahwa permasalahan ini bukan kali pertama terjadi selama pelaksanaan CFD di wilayahnya.
Menurut Haris, situasi ini menimbulkan dampak signifikan bagi pelaku usaha di arena CFD. Penurunan jumlah pengunjung menyebabkan banyak jajanan tak terjual hingga pedagang terpaksa membawa pulang dagangannya.
Resahkan Warga! Arena Sabung Ayam di Malang Akhirnya Dibongkar dan Dibakar
*”Tentunya sangat berdampak terutama bagi para pedagang, karena mereka mengeluh jumlah pengunjungnya menurun hampir 50 persen. Ini dilihat dari jajanan para pedagang yang banyak dibawa pulang karena tidak laku,”* ujarnya, Rabu (25/6/2025).
Menanggapi persoalan tersebut, Haris menyatakan pihaknya segera mengambil langkah tegas. Penelusuran terhadap jukir yang diduga memainkan tarif parkir akan dilakukan.
Berdasarkan laporan yang diterima, tarif parkir yang dipatok oknum mencapai Rp 5 ribu untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobilβdua kali lipat dari tarif resmi.
Dalam waktu dekat, seluruh jukir yang bertugas di area CFD Tulungagung akan dikumpulkan kembali guna ditegaskan ulang soal kesepakatan tarif yang telah dibuat sebelumnya. Tarif resmi yang berlaku seharusnya adalah Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 5 ribu untuk roda empat.
Resahkan Warga! Arena Sabung Ayam di Malang Akhirnya Dibongkar dan Dibakar
“Para jukir ini pernah kami kumpulkan. Saat itu kami mintai komitmen mereka agar menarik tarif parkir sesuai ketentuan yakni Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Jadi setelah ini akan kami kumpulkan lagi,”* tegasnya.
Sebagai bentuk antisipasi, pihak paguyuban juga akan memasang banner tarif resmi parkir pada pelaksanaan CFD pekan depan.
Banner tersebut akan dilengkapi hotline pengaduan untuk memudahkan masyarakat melaporkan jukir yang berlaku curang.
Tak hanya itu, Haris juga mendorong Pemkab Tulungagung, khususnya Dinas Perhubungan, agar segera menerbitkan regulasi mengenai parkir insidental, guna menutup celah permainan tarif oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Seperti di Surakarta, kami baru saja kunker kesana, dan ternyata disana ada aturan untuk parkir insidental termasuk mengatur tarifnya. Disini (Tulungagung) harusnya juga menerapkan itu, dan kami sangat mendorong pemerintah untuk segera bertindak,” pungkasnya.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Shadinta Auliia Sanjaya





