KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Suasana sakral menyelimuti Balai Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, saat prosesi kirab pusaka digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan Suro. Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Gambyong yang anggun, diiringi gending-gending Jawa yang mendayu. Aroma dupa menambah khidmat kirab yang turut diikuti ratusan warga dan tamu undangan.
Kirab tersebut dimulai dari Balai Desa dan bergerak menuju petilasan Raja Sri Aji Jayabaya. Kepala Desa Menang, Linda Indrawati, melaporkan dimulainya acara kepada Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, yang turut hadir menyaksikan jalannya prosesi.
Dalam sambutannya, Mustika Adi Prayitno menyebut bahwa kirab pusaka ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bagian penting dari warisan budaya yang telah bertahan selama berabad-abad. Ia menekankan makna kesakralan bulan Suro yang diyakini membawa keberkahan.
Baca juga : Porprov Jatim 2025, Kota Kediri Raih 28 Medali dalam Sehari, Target Tiga Besar Kian Nyata
“Kirab pusaka ini adalah bentuk pelestarian budaya yang tak boleh hilang. Bulan Suro bagi masyarakat kita adalah bulan penuh makna. Semoga dengan doa-doa yang dipanjatkan, kita diberi keselamatan dan keberkahan di tahun mendatang,” ujar Mustika.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, wisatawan mancanegara asal Prancis, serta para tamu undangan lainnya, yang antusias mengikuti jalannya kirab dari awal hingga akhir.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin





