NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Bulan Suro yang berlangsung selama 29 hari sejak Jumat, 27 Juni 2025, akan resmi berakhir pada Jumat, 25 Juli 2025. Selama periode sakral ini, Air Terjun Sedudo yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, terus dipadati pengunjung.
Ribuan wisatawan dari berbagai daerah datang bukan hanya untuk menikmati panorama alam, tetapi juga mengikuti ritual mandi di bawah aliran air terjun yang diyakini membawa keberkahan dan menjaga awet muda.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih, menyatakan bahwa Bulan Suro menjadi puncak kunjungan di Air Terjun Sedudo setiap tahunnya.
“Setiap Bulan Suro, jumlah kunjungan ke Sedudo selalu meningkat signifikan,” ungkapnya.
Baca juga : Pererat Hubungan Ulama dan Aparat, Kapolres Kediri Kota Kunjungi Ponpes Wali Barokah
Perempuan yang biasa disapa Bu Han itu menyebutkan, di hari biasa pengunjung berkisar antara 100 hingga 200 orang per hari. Namun saat Bulan Suro, angka tersebut melonjak tajam, bahkan pada puncaknya seperti saat pelaksanaan ritual Siraman Sedudo, ribuan orang memadati kawasan wisata tersebut.
“Tradisi Siraman tetap menjadi magnet utama, baik bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah,” imbuhnya.
Tingginya animo masyarakat menunjukkan masih kuatnya keyakinan akan manfaat spiritual dan simbolik dari Air Terjun Sedudo. Pemerintah Kabupaten Nganjuk pun memanfaatkan momentum ini untuk mendongkrak sektor pariwisata.
Berbagai kegiatan budaya digelar demi menarik minat pengunjung, seperti ritual jamasan pusaka, kirab budaya, dan pameran kopi khas Kecamatan Sawahan.
“Kami ingin menjadikan Sedudo sebagai ikon wisata budaya yang bisa dinikmati siapa saja,” terang Sri Handariningsih.
Baca juga : Sidak Pasar di Kota Kediri, Petugas Temukan Kutu dalam Beras dan Harga Melebihi HET
Meski Bulan Suro segera berakhir dan kunjungan diprediksi kembali normal, keindahan serta nilai budaya dari Air Terjun Sedudo tetap menjadi kekayaan wisata yang tak lekang waktu di Kabupaten Nganjuk.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





