KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial berpadu dalam perayaan Lebaran Ketupat di RW 05 dan RW 02 Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Sabtu (28/3/2026). Tradisi tahunan ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang perekat sosial sekaligus refleksi bersama untuk membangun lingkungan yang lebih baik.
Menariknya, perayaan ini melibatkan seluruh lapisan usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berbaur tanpa sekat, menegaskan kuatnya nilai gotong royong yang tetap terjaga di tengah modernisasi.
Baca juga : Halal Bihalal Kelurahan Mojoroto Kota Kediri Tekankan Kebersamaan Antar Lembaga
Lurah Ngadirejo, Heru Sugiarto, mengapresiasi antusiasme warganya. Menurutnya, tradisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial.
“Ini bukti kebersamaan dan kekompakan masyarakat masih sangat kuat. Tradisi seperti ini harus terus dijaga agar tidak luntur oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu di RW 02, ratusan warga memadati lahan wakaf Abdul Chalim di Kuwak dalam gelaran kupatan dan halal bihalal yang diikuti sekitar 350 warga dari enam RT. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap kondisi lingkungan.
Ketua RW 02, Ilham Nur Mustofa, menegaskan bahwa partisipasi aktif warga menunjukkan soliditas yang tetap terjaga pasca Lebaran.
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, serta Syaikhul Izzat Sya’roni yang memberikan tausiyah, mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan menguatkan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan itu, Heru Sugiarto juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi wilayahnya, khususnya terkait kondisi lingkungan yang masih tergolong kumuh. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pembenahan.
Baca juga : Sebanyak 58.698 Wisatawan Kunjungi Kediri Selama Libur Lebaran
Salah satu solusi yang didorong adalah pengelolaan bank sampah sebagai langkah strategis, tidak hanya menjaga kebersihan tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.
Perayaan Lebaran Ketupat di Ngadirejo tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia menjelma sebagai simbol harmoni sosial, ruang silaturahmi lintas generasi, sekaligus panggilan bersama untuk membangun lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berdaya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






