KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Kegiatan Halal Bihalal di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri berlangsung khidmat sekaligus sarat pesan kebersamaan dan penguatan sinergi antar lembaga masyarakat, Jumat (27/3/2026) malam.
Camat Mojoroto, Abdul Rahman, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar seremoni, melainkan wadah menyatukan energi sosial demi menjaga harmoni di lingkungan masyarakat.

“Silaturahmi ini harus menjadi kekuatan. Lembaga kemasyarakatan seperti LPMK, RT, RW, PKK, Karang Taruna hingga Linmas memiliki posisi setara. Yang membedakan adalah kinerja, bukan kedudukan. Jangan sampai ada gesekan apalagi saling menjatuhkan,” tegasnya.
Baca juga : Seniman Jaranan Kediri Juga Mengadu ke Wali Kota, Tuntut Evaluasi hingga Pencopotan Kadisbudparpora
Ia juga mengingatkan pentingnya menghilangkan rasa iri dan dengki serta menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan di tingkat kelurahan. Selain itu, potensi ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM dan wisata lingkungan dinilai perlu terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Lurah Mojoroto, Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Mojoroto tetap guyub dan rukun,” ujarnya.
Acara ditutup dengan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan, dilanjutkan ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir pula unsur tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga : OJK Kediri Tuntaskan GERAK Syariah Ramadan 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan
Halal Bihalal ini menjadi refleksi kuat bahwa nilai persatuan dan sinergi tetap menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





