Daerah  

SPMB Tulungagung Rampung, Sekitar 50% Pelajar Pilih Swasta dan Ponpes Ketimbang Negeri

SPMB Tulungagung Rampung, Sekitar 50% Pelajar Pilih Swasta dan Ponpes Ketimbang Negeri
Ilustrasi SPMB Tulungagung berakhir (Pexels/Rebecca Zaal)

LINGKARWILIS.COM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Tulungagung telah berakhir.

Dari total calon siswa jenjang sekolah menengah pertama (SMP), hampir separuh memilih untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta maupun pondok pesantren.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung, Endra Kusriawan, menyampaikan bahwa proses penerimaan siswa baru jenjang sekolah dasar (SD) dan SMP telah selesai. Semua peserta juga telah menjalani daftar ulang dan bersiap memasuki tahun ajaran baru.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 16.135 siswa lulusan SD dan MI tercatat sebagai calon pendaftar ke jenjang SMP. Rinciannya, 12.187 merupakan lulusan SD dan 3.948 lulusan madrasah ibtidaiyah (MI). Namun demikian, tidak seluruhnya mengikuti seleksi ke SMP negeri.

Libur Sekolah Tanpa Game Online, Masih Ingat Rasanya 5 Permainan Tradisional Ini?

“Potensi pelajar jenjang SD yang akan mendaftar ke SMP negeri di Tulungagung saat pelaksanaan SPMB kemarin sebanyak 16.135 pelajar. Tetapi hampir separuh memilih untuk meneruskan pendidikannya ke sekolah swasta seperti MTS atau MTS Negeri maupun pondok pesantren dibanding mendaftar ke SMP negeri,” kata Endra Kusriawan, Rabu (1/7/2025).

Dari jumlah tersebut, hanya 8.819 pelajar yang mendaftarkan diri ke SMP negeri melalui jalur SPMB. Sementara sisanya, sebanyak 7.316 siswa, tidak mengikuti seleksi tersebut dan diperkirakan memilih jalur pendidikan di luar sekolah negeri.

Endra menegaskan bahwa kondisi ini bukan hal yang mengkhawatirkan. Ia menyebut bahwa kualitas pendidikan di sekolah negeri maupun swasta sama baiknya, dan pilihan pendidikan merupakan hak masing-masing siswa dan keluarga.

“Pada saat PPDB tahun kemarin juga gitu, hampir separuh dari total pelajar memilih tidak ikut PPDB karena mau mendaftar ke sekolah swasta atau ponpes. Jadi ini pilihan masing-masing, asalkan mereka tetap sekolah,” ungkapnya.

Viral di Medsos! Pelaku Pencurian di Sekarpuro Ditangkap Polisi Saat Bersembunyi di Kota Malang

Meski demikian, Disdik Tulungagung mencatat masih ada dua pelajar yang belum mendapatkan sekolah pasca pelaksanaan dua gelombang SPMB SMP negeri. Kasus ini, menurut laporan, disebabkan oleh kelalaian orang tua siswa yang lupa terhadap jadwal pelaksanaan.

“Jadi kami tanya dulu, domisili dimana, kemudian kami liat disana sekolah mana yang paling dekat dari domisilinya dan pagunya masih tersedia atau belum terpenuhi. Kemudian kami tawarkan untuk daftar kesana,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *