BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Blitar mendapat angin segar. Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dana Desa (DD) tahun 2025 mengalokasikan porsi khusus untuk mendukung program ketahanan pangan, salah satunya melalui penguatan Bumdes.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, Bambang Dwi Purwanto, mengungkapkan bahwa 20 persen dari total Dana Desa tahun ini akan dialokasikan untuk kegiatan yang menunjang ketahanan pangan, sebagaimana tertuang dalam Permendes PDT Nomor 3 Tahun 2025.
“Sudah ada aturan yang jelas dari pusat. Intinya, Bumdes di setiap desa bakal menerima dana dalam jumlah signifikan untuk mendukung usaha yang berkaitan dengan ketahanan pangan,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).
Baca juga : Razia Gabungan di Kota Kediri Jaring Ratusan Pelanggar, Didominasi Sepeda Motor
Ia menjelaskan, alokasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha strategis seperti pembibitan, penyediaan pupuk, obat-obatan pertanian, serta usaha penunjang sektor pangan lainnya. Semua itu bisa dijalankan oleh Bumdes sesuai potensi masing-masing desa.
“Selain memperkuat ketahanan pangan, hal ini juga bertujuan agar Bumdes makin aktif dan berkontribusi nyata dalam ekonomi lokal,” tambahnya.
Tahun ini, total Dana Desa yang dikucurkan ke Kabupaten Blitar mencapai Rp239,4 miliar, yang tersebar ke 220 desa di 22 kecamatan. Jika dirata-rata, satu desa menerima sekitar Rp2 miliar, dan sekitar Rp400 juta di antaranya diprioritaskan untuk kegiatan Bumdes.
Baca juga : Perkuat Lini Serang, Persik Kediri Resmi Gaet Pedro Matos dari Portugal
“Besaran dana desa yang diterima masing-masing desa memang bervariasi, namun komitmen untuk memperkuat Bumdes sebagai penggerak ekonomi dan ketahanan pangan desa menjadi prioritas kami,” pungkas Bambang.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan nasional dari tingkat paling bawah.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





