Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pasca kerusuhan dan penjarahan yang melanda kompleks Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri pada Minggu (31/8) dini hari,
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan agar roda pemerintahan tetap berjalan. Meski tercatat 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) rusak total dan tidak bisa difungsikan lagi, ASN diimbau tetap masuk kerja.
“Untuk gunakan pakaian seragam kerja dalam situasi seperti saat ini kita menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Kita harapkan ASN bekerja seperti biasanya untuk jam kerja menyesuaikan,” jelasnya dalam keterangan pers, Minggu (31/8/2025).
Bupati yang akrab disapa Mas Bup Dhito itu hadir didampingi Wakil Bupati Dewi, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Aji, serta Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama.
Layanan SIM di Kediri Diprediksi Terganggu Usai Kerusuhan, Ini Kata Kasat Lantas Polres Kediri Kota
Adapun sejumlah OPD yang porak-poranda di antaranya Inspektorat, Kesbangpol, Disnaker, BPK SDM, Prokopim, BPKAD, Bappeda, hingga bagian ekonomi dan hukum.
Meski begitu, layanan publik tetap dipastikan berjalan normal. “Untuk OPD pelayanan publik seperti MPP, Dinkes Kabupaten Kediri, Dispendukcapil dan Bapenda melayani masyarakat seperti biasanya,” katanya.
Yang paling disesalkan Bupati, terdapat oknum pelajar putri yang ikut melakukan aksi penjarahan di ruang kerjanya.
“Yang membuat miris, ada pelajar putri yang masuk ke ruang kerja Mas Bup dan mengambil barang langsung kabur,” ujarnya.
Mas Bup Dhito meminta ASN maupun masyarakat tetap tenang. “Tidak perlu panik, namun bisa jaga diri,” pungkasnya.
Reporter: Bakti Wijaya
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





