Kediri, LINGKARWILIS.COM – Perubahan musim disertai cuaca ekstrem memicu meningkatnya potensi bencana alam di Kabupaten Kediri. Wilayah ini kerap dilanda bencana hidrometeorologi, mulai dari tanah longsor, pergeseran tanah, amblesan, banjir, banjir bandang, hingga angin puting beliung.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri memperketat pengawasan terhadap titik-titik rawan, khususnya kawasan yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kabupaten Kediri menyebutkan, terdapat dua kawasan yang masuk kategori rawan karhutla. Pertama, wilayah barat sungai yang mencakup Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan. Kedua, wilayah timur sungai di kaki Gunung Kelud, meliputi Kecamatan Kandangan, Ngancar, Puncu, Kepung, dan Plosoklaten.
Baca juga : Pemuda di Kediri Jadi Korban Pembacokan Usai Pulang Ngopi, Lima Pelaku Diamankan
“Selain dua wilayah itu, kawasan lereng Gunung Wilis juga tetap menjadi fokus pemantauan karena risiko karhutla cukup tinggi,” jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar hutan untuk tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi angin pegunungan berpotensi mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran.
“Kami maksimalkan patroli di wilayah barat dan timur untuk menekan risiko bencana karhutla agar tidak berkembang menjadi lebih besar,” tegasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






