Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menghidupkan kembali sejumlah jalur kereta api lama mendapat sambutan positif dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Salah satu jalur yang akan direaktivasi adalah lintasan Madiun–Slahung yang sudah tidak beroperasi sejak 1984, atau sekitar 41 tahun lalu.
Menurut Sugiri, langkah ini sangat tepat mengingat minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api kini kembali meningkat. Ia juga menilai bahwa jalur peninggalan Belanda tersebut dibangun dengan pertimbangan ekonomi yang kuat.
“Kami menyambut baik rencana ini. Tentu ada alasan historis dan ekonomi mengapa dulu Belanda membangun jalur Madiun–Slahung,” ujar Sugiri Sancoko, Selasa (7/10/2025).
Pria yang akrab disapa Kang Giri itu menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung program nasional tersebut. Namun ia mengingatkan agar persoalan sosial, terutama yang menyangkut lahan dan aset warga, dapat diselesaikan secara bijaksana.
Baca juga : AFK Kabupaten Kediri Seleksi Pemain U-16 dan U-19, Siapkan Talenta untuk Timnas Futsal Indonesia
“Permasalahan sosial harus menjadi prioritas, apalagi terkait aset yang kini mungkin sudah beralih fungsi. Penyelesaiannya perlu dilakukan secara humanis,” tegasnya.
Kemenhub menargetkan proyek reaktivasi jalur ini rampung pada tahun 2030. Meski begitu, Kang Giri berharap prosesnya dapat dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kalau bisa jangan tunggu sampai 2030, lebih cepat lebih baik. Banyak warga Ponorogo yang sudah rindu naik kereta ke Madiun,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub tengah menyiapkan reaktivasi 13 jalur kereta api di Pulau Jawa sesuai Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) yang menjadi pedoman pembangunan hingga 2030.
Baca juga : Dua Pria Asal Kertosono dan Kediri Ditangkap Polisi di Nganjuk karena Diduga Edarkan Sabu, Ini Identitasnya
Beberapa jalur yang akan dihidupkan kembali antara lain Sukabumi–Cianjur–Padalarang, Purwokerto–Wonosobo, Semarang–Demak–Rembang, Jombang–Babat–Tuban, Sidoarjo–Tulangan–Tarik, serta Madiun–Slahung.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





