LINGKARWILIS.COM – Dahulu, mendengar kata “Indonesia” dan “Piala Dunia” dalam satu kalimat hanya memunculkan satu respons “Aamiin.” Namun kini, doa itu mulai berubah menjadi keyakinan. Harapan yang dulu terasa jauh, kini mulai tampak jalannya terutama sejak hadirnya pelatih anyar, Patrick Kluivert.
Legenda sepak bola asal Belanda yang pernah bersinar bersama Barcelona dan timnas Oranje itu kini memikul tanggung jawab besar, membawa Indonesia semakin dekat ke Piala Dunia 2026.
Dalam video perkenalannya yang diunggah di kanal YouTube Starting Eleven, Kluivert menyatakan keyakinannya terhadap potensi pemain Indonesia. Tidak ingin membuang waktu, begitu resmi dikontrak PSSI awal 2025, ia langsung bergerak cepat melakukan evaluasi pemain, menyusun filosofi permainan, dan menyiapkan strategi jangka pendek untuk menghadapi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Kluivert tidak bekerja sendirian. Ia membawa tim pelatih asal Belanda, termasuk Alex Pastoor yang dikenal sebagai spesialis taktik, serta menggandeng sejumlah pelatih lokal agar program latihan tetap selaras dengan karakter pemain Indonesia.
Metode latihan di bawah Kluivert kini lebih “game-oriented”, yaitu berfokus pada situasi pertandingan nyata, bukan sekadar latihan fisik konvensional. Dalam sejumlah rekaman latihan yang beredar di berbagai kanal YouTube sepak bola Indonesia, terlihat atmosfer yang jauh lebih disiplin dan intens, dengan evaluasi dilakukan di setiap sesi.
Di era Kluivert, Indonesia semakin mengandalkan pemain naturalisasi dan diaspora seperti Justin Hubner, Rafael Struick, dan Nathan Tjoe-A-On. Ketiganya menjadi tulang punggung skuad Garuda, mengombinasikan teknik Eropa dengan semangat khas pemain lokal.
Bahkan, pelatih berusia 49 tahun itu disebut tengah memantau beberapa pemain keturunan lain yang berkarier di Belanda, Inggris, hingga Amerika Serikat untuk memperkuat kedalaman skuad. Tujuannya jelas: menjadikan Indonesia tim yang benar-benar kompetitif, bukan sekadar penggembira di kualifikasi.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) akan tetap menjadi kandang utama timnas dalam laga kualifikasi, namun JIS dan Bumi Sriwijaya Palembang juga disiapkan sebagai stadion alternatif yang sudah lolos verifikasi FIFA.
Selain itu, PSSI berencana menggelar pemusatan latihan (pelatnas) di luar negeri untuk mengasah kemampuan pemain lewat laga uji coba melawan tim-tim kuat, termasuk dari Asia Timur dan Afrika, guna meniru intensitas permainan di level Piala Dunia.
Tak kalah penting, dukungan suporter Indonesia tetap menjadi energi tambahan bagi para pemain. Kluivert bahkan mengaku terkesan dengan atmosfer suporter di Tanah Air.
“Saya belum pernah melihat atmosfer seperti ini di Asia. Luar biasa,” ungkapnya.
Perjalanan menuju Piala Dunia memang panjang dan menantang. Namun kali ini, semua elemen mulai terbentuk, yakni pelatih berkelas dunia, pemain muda dan diaspora berkembang pesat, sistem latihan modern dan terukur, fasilitas stadion berstandar internasional dan suporter yang selalu all out.
Apakah semua ini menjamin tiket ke Piala Dunia 2026? Belum tentu. Tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia benar-benar bersiap, bukan sekadar berharap.***
Penulis: Ahmad Zaky
Editor : Hadiyin






