Kediri, LINGKARWILIS.COM – Proyek rehabilitasi Jembatan Semampir dengan nilai anggaran Rp 3,045 miliar resmi rampung dan kini sudah bisa dilewati kendaraan. Meski demikian, sejumlah pekerjaan minor atau penyelesaian akhir masih dilakukan.
Proyek yang dijadwalkan berlangsung dua bulan, sejak 15 September hingga 12 November 2025, berhasil dituntaskan lebih cepat dari target waktu.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Direktorat Jenderal Bina Marga BBPJN Jawa Timur–Bali, Mahatma Manurung, menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan proyek dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR dengan pendanaan dari APBN.
Baca juga : Apel Kebangsaan di Tosaren, Polisi dan Pekerja Bersatu Jaga Kondusivitas Kota Kediri
“Jembatan memang sudah dibuka untuk umum, namun masih ada beberapa pekerjaan kecil yang belum selesai. Pengecatan railing sudah tuntas, sementara parapet masih tahap finishing. Untuk marka jalan, baru bisa dikerjakan setelah aspal berusia minimal satu bulan. Secara umum, jembatan sudah aman dilalui,” terang Mahatma, Kamis (23/10/2025).
Sementara itu, Tedy, staf BBPJN, menambahkan percepatan proyek ini tak lepas dari metode kerja yang efisien dan presisi.
“Begitu jembatan dibongkar, kami gunakan sistem seperti cater agar perbaikan tidak meluas. Retakan dibatasi maksimal 5 sentimeter, lalu diisi bahan Fosroc, material khusus untuk beton dan semen yang berfungsi sebagai perekat, sealant, dan aditif kedap air. Bahan ini meningkatkan kekuatan dan ketahanan struktur jembatan,” jelasnya.
Baca juga : Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Kediri 2025, Wadah Lahirnya Remaja Visioner dan Berkarakter
Setelah melalui serangkaian uji kelayakan, Jembatan Semampir dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan, termasuk kendaraan berat. Dengan rampungnya proyek rehabilitasi ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses lalu lintas yang lebih aman dan nyaman di kawasan tersebut.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





