Kediri, LINGKARWILIS.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kayen Kidul selama sepekan terakhir berdampak pada lahan pertanian jagung di Desa Baye. Sejumlah hektare tanaman jagung kini tergenang air, mengakibatkan hasil panen petani menurun drastis
Plt Camat Kayen Kidul, Mashudi, SE, MM, saat meninjau lokasi menjelaskan, banjir tersebut disebabkan oleh meluapnya air sungai di sekitar area pertanian yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi. Kondisi ini diperburuk dengan sedimentasi sungai yang kian menumpuk.
“Sekitar lima hingga sepuluh hektar lahan jagung di Desa Baye terendam air. Biasanya satu hektar bisa menghasilkan 7–8 ton jagung, namun kini hanya sekitar 5–6 ton saja,” ungkap Mashudi, Kamis (30/10/2025).
Baca juga : Pangdam V/Brawijaya Pimpin Sertijab Danbrigif 16/Wira Yudha di Kota Kediri
Ia menambahkan, tingginya curah hujan dan dangkalnya sungai membuat air meluap ke area persawahan. Akibatnya, banyak petani mengeluhkan kondisi tersebut karena khawatir gagal panen jika genangan air tak segera surut.
“Kami berharap dinas terkait segera melakukan normalisasi Sungai Baye agar aliran air kembali lancar dan produktivitas petani bisa pulih,” ujarnya.
Mashudi menegaskan, upaya perbaikan harus segera dilakukan guna mencegah kerugian lebih besar. Sebab, sebagian besar warga Desa Baye menggantungkan penghasilan utama dari pertanian, terutama tanaman jagung dan padi.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





