Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali mengukir prestasi di tingkat nasional setelah berhasil mendapatkan Dana Insentif Fiskal (DIF) Kinerja Tahun Berjalan 2025 dari Pemerintah Pusat sebesar Rp5.687.981.000.
Insentif tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas capaian nyata daerah ini dalam mempercepat penurunan stunting.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen, pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (13/11/2025).
Rakornas yang mengusung tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting” itu dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga : Polsek Kediri Kota Amankan Dua Pemuda Pelaku Pengeroyokan di Jalan Sriwijaya, Jagalan
Pemerintah pusat menilai Nganjuk layak menerima DIF karena berhasil menjalankan berbagai program intervensi stunting secara efektif, mulai dari intervensi spesifik, intervensi sensitif, sinergi lintas sektor, hingga penguatan peran kader Posyandu di tingkat desa dan kelurahan.
Bupati Marhaen yang hadir bersama Kepala Bappeda serta perwakilan Dinas Kesehatan Nganjuk menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
“Alhamdulillah, insentif senilai Rp5,6 miliar ini merupakan hasil kerja kolektif antara jajaran Pemkab dan kader Posyandu di lapangan,” ungkap Kang Marhaen, Kamis (13/11/2025).
Ia menegaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk menguatkan berbagai program penanganan dan pencegahan stunting di Nganjuk.
Baca juga : DPRD Jatim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Kediri–Blitar
“Kami akan memaksimalkan dana ini untuk memastikan anak-anak Nganjuk dapat tumbuh sehat dan cerdas, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Keberhasilan meraih DIF ini menjadi dorongan baru bagi Pemkab Nganjuk untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama yang menyangkut pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





