Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan Kota Kediri kembali menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para penjamah pangan, Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang digelar di kantor Dinas Kesehatan ini diikuti para pelaku usaha restoran dan jasa boga sebagai upaya memperkuat penerapan keamanan pangan di wilayah kota.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai pelaku usaha kuliner mendapatkan materi langsung dari tim keamanan pangan Dinas Kesehatan. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai cara pengolahan dan penyajian makanan yang aman guna mencegah kasus keracunan.
Dwi Setyorini, staf Dinas Kesehatan sekaligus penanggung jawab program Keamanan Pangan, menegaskan bahwa penyamaan standar pengetahuan bagi seluruh penjamah pangan menjadi hal yang penting.
Baca juga : Perkuat Lini Lapangan, Sebanyak 663 TPK Kota Kediri Jalani Orientasi untuk Dorong Penurunan Stunting
“Pelatihan ini untuk membantu para penyaji pangan memperbarui pengetahuan mereka. Mereka harus memahami proses pengolahan yang aman agar tidak menimbulkan keracunan. Kali ini pesertanya berasal dari restoran dan jasa boga,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelatihan serupa akan terus berlanjut tahun depan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Tahun depan kegiatan ini tetap kami adakan untuk restoran, hotel, hingga jasa boga lainnya. Program ini juga terus berjalan melalui kolaborasi dengan SPPG,” jelasnya.
Dwi menambahkan bahwa ribuan tenaga penjamah pangan di Kota Kediri telah mendapatkan pelatihan dasar.
“Di Kota Kediri ada 28 MBG yang aktif, dan seluruh penjamahnya sudah terlatih melalui SPPG,” tuturnya.
Baca juga : Dispendukcapil Kota Kediri Perkuat Validasi Data, 27 OPD Resmi Sepakati PKS Pemanfaatan Data Kependudukan
Dinas Kesehatan berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan secara langsung di tempat usaha masing-masing, sehingga risiko keracunan pangan dapat terus ditekan.
“Harapan kami, semua materi tadi bisa diwujudkan dalam praktik sehari-hari, sehingga keamanan pangan di Kota Kediri semakin terjamin,” pungkas Dwi.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





