Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Informasi mengenai dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo yang dikabarkan turut menjadi korban dalam insiden kebakaran di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025), tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Namun hingga Jumat (28/11/2025), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut.
Kepala Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Ponorogo, Muhrodhi, menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri identitas dua nama PMI yang disebut-sebut terdampak peristiwa itu. Dari unggahan yang beredar, kedua korban disebut bernama Yasmiati, warga Desa Trisono, dan Mardiana, warga Desa Cekok, Kecamatan Babadan.
“Memang ada informasi di media sosial menyebut dua PMI Ponorogo menjadi korban kebakaran. Tapi sampai sekarang kami belum dapat memastikan keabsahannya,” ujar Muhrodhi kepada wartawan.
Baca juga : Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan melalui aplikasi SIAPkerja, namun tidak menemukan data kedua nama tersebut. Hal itu memunculkan dugaan bahwa keduanya sudah cukup lama bekerja di Hong Kong sehingga tidak tercatat dalam pendataan terbaru.
“Nama mereka tidak muncul di sistem. Kemungkinan mereka sudah bekerja di sana sejak lama,” jelasnya.
Hingga kini, Disnaker Ponorogo juga belum menerima laporan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong terkait adanya warga Ponorogo yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
KJRI sejauh ini hanya menyampaikan ucapan belasungkawa dan memastikan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk pendataan serta penanganan WNI terdampak.
Baca juga : BPBD Jatim Tindaklanjuti Retakan Sepanjang 70 Meter di Ponorogo, Tiga Rumah Terancam
Berdasarkan data Disnaker Ponorogo, hingga 31 Oktober 2025 tercatat 1.391 PMI Ponorogo bekerja di Hong Kong. Sementara total keseluruhan PMI asal Ponorogo yang bekerja di berbagai negara mencapai 3.409 orang. Pada 2024, jumlah PMI Ponorogo di Hong Kong mencapai 1.767 orang dari total 4.147 PMI.
“Hong Kong memang menjadi tujuan favorit PMI dari Ponorogo selain Taiwan,” tambah Muhrodhi.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin



