BPBD Jatim Tindaklanjuti Retakan Sepanjang 70 Meter di Ponorogo, Tiga Rumah Terancam

BPBD Jatim Tindaklanjuti Retakan Sepanjang 70 Meter di Ponorogo, Tiga Rumah Terancam
Anggota BPBD Jawa Timur melakukan mitigasi tanah retak di Desa Bareng, Kecamatan Sooko (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Serangkaian kejadian tanah longsor yang melanda Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur turun langsung ke lapangan. Salah satu titik yang mendapatkan perhatian serius berada di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, yang menunjukkan tanda-tanda kuat potensi longsor susulan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ponorogo, Marsanto, mengungkapkan hasil asesmen awal menemukan adanya struktur batuan andesit yang mulai mengalami pelapukan akibat erosi air. Kondisi tersebut memicu retakan tanah yang cukup panjang dan berisiko besar menimbulkan longsor.

“Ditemukan retakan dan mahkota longsoran sekitar 50 hingga 70 meter. Bagian tengah retakan makin melebar, sementara area bawahnya lebih parah lagi,” jelas Marsanto kepada awak media, Jumat (28/11/2025).

Baca juga : Simulasi Gempa dan Kebakaran di Nganjuk, Tim Gabungan Uji Kecepatan Tanggap Darurat

Ia menuturkan, retakan tersebut berada tepat di atas tiga rumah warga yang kini masuk dalam zona ancaman. Retakan lama ini sebenarnya pernah muncul pada tahun 2010, kemudian tertutup, namun kembali aktif dengan penurunan tanah mencapai 1–2 meter.

“Itu merupakan jalan desa penghubung antar-RT, dan tanah di sekitarnya ikut turun hingga 1–2 meter. Karena memang ini retakan lama yang aktif kembali,” tegasnya.

Setelah BPBD Jawa Timur melakukan mitigasi awal, pihaknya kini masih menunggu rekomendasi lanjutan terkait penanganan permanen. Untuk sementara waktu, retakan ditutup dengan tanah guna mencegah pelebaran lebih lanjut.

Baca juga : Kejari Ponorogo Musnahkan Ribuan Barang Bukti Berbagai Kasus, dari Handphone hingga Bahan Peledak

“Kami menunggu hasil rekomendasi dari BPBD Jawa Timur terkait langkah selanjutnya,” kata Marsanto.

Ia juga mengimbau warga agar tidak mengalihfungsikan kawasan hutan menjadi lahan persawahan. Menurutnya, tanaman keras berperan penting dalam menahan pergerakan tanah dan mencegah longsor.

“Area tersebut sebaiknya tidak ditanami padi. Lebih baik ditanami tanaman keras untuk mengurangi risiko longsor,” pungkasnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D