Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025

Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025
Ilustrasi APBN Kediri Raya

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Kediri Raya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan hingga 31 Oktober 2025. Hal tersebut diungkapkan Kepala KPPN Kediri, Moch. Izma Nur Choironi, dalam paparan laporan kinerja fiskal regional.

Berdasarkan data ALCO Oktober 2025, realisasi Pendapatan Negara tercatat mencapai Rp19,33 triliun atau tumbuh 10,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp18,88 triliun dan PNBP senilai Rp444,23 miliar yang turut menyokong pertumbuhan positif 10,58 persen.

bayar PBB Kota Kediri

Kenaikan penerimaan terutama dipicu meningkatnya realisasi PPN yang tumbuh 13,14 persen. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga mencatat lonjakan signifikan mencapai 97,48 persen akibat adanya pembayaran besar pada Oktober.

Baca juga : Tingkatkan Kualitas Layanan, DP3AP2KB Kota Kediri Gelar Forum Konsultasi Publik 

“Secara keseluruhan, penerimaan negara masih bergerak di jalur positif, terutama dari sektor perpajakan. PNBP juga mempertahankan kontribusi yang stabil,” ujar Izma, Jumat (28/11).

Dari sisi bea dan cukai, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri membukukan penerimaan Rp3,45 triliun atau 94,04 persen dari target tahun 2025. Meski demikian, lembaga tersebut menghadapi tantangan akibat melemahnya daya beli dan tekanan inflasi yang berdampak pada konsumsi barang kena cukai.

Sebagai respons, Bea Cukai Kediri meningkatkan intensitas operasi pemberantasan rokok ilegal dan memperluas inovasi layanan, termasuk rencana pengantaran pita cukai langsung ke pabrik rokok.

Di sisi belanja, realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp7,54 triliun atau naik 10,55 persen. Sementara belanja Kementerian/Lembaga (K/L) tumbuh 12,49 persen dengan belanja pegawai menjadi komponen terbesar yakni Rp1,06 triliun.

Baca juga : Menang 2-1 atas Semen Padang, Begini Komentar Ong Kim Swee di Laga Perpisahannya Bersama Persik Kediri

Untuk Transfer ke Daerah (TKD), realisasi mencapai Rp5,87 triliun, meningkat 10,01 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada penyaluran Dana Desa yang naik hingga 97,11 persen.

Selain itu, penyaluran instrumen pembiayaan pemerintah seperti Kredit Program, UMi, dan KUR juga menunjukkan tren yang positif. Kabupaten Nganjuk mencatat pertumbuhan tertinggi pada UMi dan Kredit Program, sementara penyaluran KUR paling dominan terjadi di Kota Kediri.***

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto