Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar di Kabupaten Tulungagung untuk tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan sebesar 10,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung optimistis capaian tersebut dapat terealisasi bahkan melampaui target.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Tulungagung, Muhammad Khabib, menyampaikan bahwa target PAD pasar pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 5,2 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target tahun 2025 yang berada di kisaran Rp 4,7 miliar.
Dengan kata lain, terdapat kenaikan target sebesar Rp 500 juta atau sekitar 10,64 persen. Meskipun peningkatan ini terbilang cukup besar, Khabib menilai hal tersebut masih realistis mengingat kinerja pengelolaan pasar pada tahun sebelumnya yang menunjukkan hasil positif.
Baca juga : Jari Melepuh Terjerat Cincin Mainan, Bocah Minta Bantuan Damkar Kediri
“Untuk tahun ini target naik Rp 500 juta dibandingkan tahun lalu. Jika pada 2025 targetnya Rp 4,7 miliar, maka tahun ini menjadi Rp 5,2 miliar,” ujar Khabib, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, keyakinan tersebut didasarkan pada capaian PAD pasar tahun 2025 yang melampaui target. Pada tahun lalu, target PAD pasar sempat direvisi dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) menjadi Rp 4,7 miliar, namun realisasinya justru mencapai Rp 5,3 miliar.
Artinya, realisasi PAD pasar 2025 mencapai sekitar 113 persen atau lebih tinggi sekitar Rp 600 juta dari target yang ditetapkan. Capaian ini menjadi dasar optimisme Disperindag bahwa target 2026 pun berpotensi terlampaui, meskipun nantinya masih mungkin ada penyesuaian target saat PAK.
“Biasanya saat PAK target masih bisa dinaikkan lagi, dan kami tetap berkomitmen untuk mencapainya. Melihat kinerja tahun lalu, kami yakin target tahun ini bisa terlampaui,” tambahnya.
Terkait strategi pencapaian target, Khabib menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat kinerja petugas pemungut retribusi agar lebih optimal dalam menarik pungutan dari para pedagang. Selain itu, Disperindag juga akan melakukan uji petik guna memastikan aktivitas perdagangan di pasar serta validitas data retribusi.
Baca juga : Viral Kejar-kejaran Massa dan Polisi, Terduga Pelaku Tabrak Lari Diamankan di Perbatasan Kediri–Tulungagung
Penerapan sistem e-retribusi juga disebut menjadi faktor penting dalam peningkatan PAD pasar. Saat ini, sekitar 1.600 pedagang telah menggunakan sistem pembayaran retribusi secara elektronik. Ke depan, Disperindag berencana memperluas penerapan sistem ini dengan menambah sekitar 2.000 pedagang lagi.
“Setiap juru pungut memiliki kertas kerja untuk menarik retribusi dari pedagang. Namun kami tetap melakukan uji petik untuk memastikan keakuratan data. Selain itu, penerapan e-retribusi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan efektivitas pemungutan,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

