KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengadakan acara edukasi Program Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pengembangan Diri dan Karakter Anak di Era Digital yang digelar di Gedung Serbaguna pada Sabtu (29/11/2025). Ini merupakan upaya memperkuat kesadaran masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dua narasumber dihadirkan untuk memberikan pemahaman mendalam terkait pengasuhan dan keamanan digital bagi keluarga, yakni Ebi Yantoro, narasumber PPA Kota Kediri dan Fatma Putri Sayekti, M.Psi, seorang psikolog dari UIN Kediri.
Keduanya memaparkan berbagai isu, mulai dari pendampingan anak dalam penggunaan gawai, risiko kejahatan digital, pencegahan kekerasan, hingga pembentukan karakter anak di tengah kemajuan teknologi.
Lurah Blabak, Muhammad Risky, dalam sambutannya menegaskan perlunya peningkatan literasi masyarakat mengenai perlindungan anak, mengingat teknologi digital sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Digitalisasi tidak dapat kita hindari. Karena itu, orang tua harus siap secara mental dan moral untuk mendampingi anak. Perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian serius kami. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap keluarga semakin paham bagaimana mengawasi interaksi anak dengan teknologi,” katanya.
Baca juga : Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025
Bhabinkamtibmas Kelurahan Blabak, Aiptu Adi Koesno, turut menyampaikan komitmen aparat kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan serta penguatan edukasi masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan kelurahan dan warga untuk menjaga keamanan dan mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di era digital, pengawasan orang tua tidak boleh kendur. Edukasi seperti ini sangat penting,” tegasnya.
Acara yang berjalan tertib dan partisipatif ini diawali dengan pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, doa bersama, sambutan, pemaparan materi oleh narasumber, penyampaian inti kegiatan, dan ditutup secara resmi di akhir sesi.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





