Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Suasana Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk terlihat berbeda pada Selasa (3/2/2026) pagi. Puluhan siswa dari Gugus PAUD VII Kecamatan Nganjuk berkunjung untuk mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan yang dikemas secara menarik dan interaktif.
Anak-anak tampak gembira saat diperkenalkan dengan berbagai sarana operasional BPBD, seperti mobil pemadam kebakaran, perahu karet, serta perlengkapan evakuasi yang biasa digunakan petugas di lapangan. Mereka juga mendapatkan penjelasan sederhana mengenai fungsi masing-masing alat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menegaskan bahwa pengenalan mitigasi bencana sejak usia dini sangat penting sebagai upaya membangun kesadaran risiko di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa materi disampaikan dengan pendekatan ramah anak agar tidak menimbulkan rasa takut.
Baca juga : Sebanyak 12.000 Siswa SMP Negeri Kelas IX di Kabupaten Kediri Akan Ikuti TKA
“Anak-anak perlu memahami bencana dengan bahasa yang sederhana. Melalui simulasi dan pengenalan alat, mereka belajar untuk waspada, tidak panik, serta mengetahui langkah dasar penyelamatan diri. Mereka juga bisa mengenal bahwa petugas BPBD adalah pihak yang siap membantu saat terjadi bencana,” ujar Sutomo.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam upaya mitigasi bencana. Dengan pemahaman yang ditanamkan sejak dini, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan responsif terhadap potensi bencana.
“Tujuan kami bukan hanya mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan mental yang kuat menghadapi bencana. Kebiasaan memahami prosedur keselamatan sejak kecil akan membentuk pola pikir tanggap yang terbawa hingga dewasa,” jelasnya.
Baca juga : RTH Simpang Lima Gumul Jadi Destinasi Terfavorit Warga Kediri
Melalui kolaborasi antara BPBD dan lembaga pendidikan ini, diharapkan budaya sadar bencana dapat terus berkembang di Kabupaten Nganjuk, dimulai dari jenjang pendidikan paling awal.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





