PONOROGO — Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan puluhan kegiatan kebudayaan yang akan digelar sepanjang 2026, menyusul ditetapkannya daerah tersebut sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Rangkaian agenda budaya ini akan tersebar di berbagai desa dan kecamatan sebagai langkah penguatan identitas budaya sekaligus pendorong sektor pariwisata.
Program tersebut dirancang Pemkab Ponorogo bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). Sejumlah agenda masuk dalam daftar Top 10 Karisma Event Ponorogo (KEPO), di antaranya Ritual Adat Selan Gong Gumbeng di Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit pada Mei 2026, Bedingin Bungah Desa Sambit, serta Puja Astungkara Desa Bancangan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Agenda budaya lainnya meliputi Festival Lokangan Desa Senepo, Kecamatan Slahung; Sedekah Budaya Ngendut di Desa Ngendut, Kecamatan Balong; Kirab Tirta Amerta Suci Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung; serta Kirab Pusaka Boyong Keprabon Desa Sawoo yang akan digelar pada Agustus 2026.
Baca juga : ASIKK Perkuat Pembinaan UMKM Kediri, 54 Anggota Dibina Menuju Pasar Nasional dan Internasional
Rangkaian kegiatan berlanjut pada September 2026 dengan Hastungkara Brata Desa Klepu, Kecamatan Sooko. Sementara pada November 2026, agenda budaya diisi oleh Festival Plunturan Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, serta Carangrejo Culture Fest di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung.
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyatakan bahwa status sebagai Kota Kreatif UNESCO menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi daerah untuk menjaga kesinambungan budaya lokal. Ia menegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen menghadirkan kegiatan budaya yang berkualitas.
“Kami ingin membuktikan bahwa budaya Ponorogo terus hidup dan berkembang,” ujar Lisdyarita, Kamis (1/1/2026).
Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menambahkan bahwa Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pencapaian ini menandai tahun keenam berturut-turut FNRP memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Baca juga : Awal 2026, Sejumlah Destinasi Wisata Kediri Dipadati Pengunjung, Hutan Pinus Semen Jadi Favorit
Selain FNRP, sekitar 60 agenda budaya lain telah disusun untuk mengisi kalender kegiatan sepanjang 2026. Event berskala besar seperti Grebeg Suro dan FNRP dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 dan diproyeksikan mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara.
“Melalui agenda budaya ini, kami berharap terjadi pergerakan ekonomi yang nyata, terutama bagi masyarakat desa,” pungkas Judha.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





