Nganjuk, LINGKARWILIS.COM — Polres Nganjuk mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap Nabil Kolili (20), seorang pemuda yang meninggal dunia akibat insiden kekerasan tersebut. Para terduga pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Penindakan itu merupakan tindak lanjut dari peristiwa berdarah yang terjadi pada Jumat malam (9/1/2026) di wilayah Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.
Korban diketahui merupakan warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek. Setelah sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif selama empat hari, Nabil akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Soedono Madiun.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini, aparat masih mendalami keterlibatan dan peran masing-masing individu yang telah diamankan.
Baca juga : Polres Kediri Kota Ungkap Curanmor Berantai, Pasangan Suami Istri Ditangkap, Motor Korban Dikembalikan
“Delapan orang sudah kami amankan terkait kasus ini. Penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh serta memastikan tidak ada pelaku lain yang terlewat,” kata AKP Fajar, Kamis (15/1/2026).
Insiden tersebut bermula ketika korban bersama sembilan temannya dalam perjalanan pulang usai berkumpul di Desa Ngepung. Di tengah perjalanan, rombongan mereka berpapasan dengan sekelompok pemuda lain yang berjumlah belasan orang.
Situasi kemudian memanas dan berujung pada bentrokan fisik. Akibat kejadian itu, Nabil bersama beberapa rekannya mengalami luka cukup serius.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soedono Madiun lantaran kondisinya terus memburuk.
Baca juga : Pemkab Kediri Tegaskan Tenggat Penyelesaian Pasar Ngadiluwih hingga 30 Januari 2026
Nabil dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (13/1/2026) akibat luka-luka yang dideritanya.
Hingga kini, Polres Nganjuk masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif pasti di balik aksi pengeroyokan tersebut.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





