TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Minat masyarakat Kabupaten Tulungagung terhadap kendaraan listrik terpantau masih rendah dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Keberadaan kendaraan ramah lingkungan tersebut belum menunjukkan pertumbuhan signifikan dan masih kalah jauh dibanding kendaraan bermesin konvensional.
Kanit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Kistelya Ray Patayama, mengungkapkan bahwa animo warga terhadap kendaraan listrik masih minim. Hal itu tercermin dari data registrasi kendaraan baru yang setiap tahunnya belum menunjukkan lonjakan berarti.
Sejak kendaraan listrik mulai tercatat di Tulungagung pada 2021 hingga akhir 2025, Samsat Tulungagung hanya membukukan sekitar 370 unit kendaraan listrik baru. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kendaraan roda dua sebanyak 340 unit, sementara kendaraan roda empat tercatat sebanyak 33 unit.
“Memang ada peningkatan tiap tahun, tetapi jumlahnya relatif kecil dan belum signifikan,” ujar Iptu Kistelya, Jumat (16/1/2026).
Baca juga : Warga Kediri Manfaatkan Liburan untuk Berolahraga di Pusat Kota
Dari sisi administrasi, lanjutnya, pengurusan kendaraan listrik pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kendaraan konvensional. Perbedaan utama terletak pada besaran pajak yang lebih ringan serta ciri khusus pada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
“Kendaraan listrik pajaknya lebih murah. Selain itu, pada TNKB terdapat tambahan garis berwarna biru sebagai penanda kendaraan listrik,” jelasnya.
Rendahnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik diperkirakan dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur pendukung. Saat ini, fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tulungagung baru tersedia satu unit, yakni di Kantor PLN. Kondisi tersebut membuat sebagian besar pemilik kendaraan listrik harus mengandalkan pengisian daya di rumah.
Berbeda dengan kendaraan konvensional yang justru menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat sekitar 21 ribu unit kendaraan bermotor roda dua baru terdaftar di wilayah Tulungagung.
Baca juga : Produksi Ikan Hias Kabupaten Kediri 2025 Tembus Rp960,4 Miliar
“SPKLU yang masih sangat terbatas kemungkinan menjadi salah satu faktor utama. Sementara untuk kendaraan konvensional, pertumbuhannya sangat tinggi,” pungkasnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





