KEDIRI, LINGKARWILIS.COM —Kinerja sektor perikanan hias di Kabupaten Kediri terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mencatat nilai transaksi produksi ikan hias mencapai Rp960.447.990.000, mendekati angka satu triliun rupiah.
Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, nilai transaksi tercatat sebesar Rp913.003.800.000, sementara pada 2023 berada di angka Rp874.083.160.000. Peningkatan ini menjadi bukti keberhasilan upaya pemerintah daerah dalam mendorong produktivitas dan nilai ekonomi ikan hias.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menjelaskan bahwa produksi ikan hias didominasi oleh sejumlah komoditas unggulan. Untuk jenis Akara, produksi tahun 2025 mencapai 2,8 juta ekor dengan harga rata-rata Rp1.000 per ekor, menghasilkan nilai transaksi sekitar Rp2,8 miliar.
Baca juga : Persik Kediri Datangkan Bek Spanyol, Chechu Antusias Perkuat Macan Putih
Sementara itu, ikan Diskus diproduksi sebanyak 5.780 ekor dengan harga satuan Rp30.000 dan nilai transaksi Rp173,7 juta. Ikan Tetra mencatat produksi 13.263.000 ekor dengan harga Rp400 per ekor, sehingga menghasilkan transaksi Rp5,3 miliar.
“Ikan cupang menjadi salah satu komoditas andalan dengan produksi mencapai 126.954.000 ekor. Dengan harga rata-rata Rp1.500 per ekor, nilai transaksinya mencapai Rp190,4 miliar,” terang Hafid.
Selain itu, produksi ikan Koi menjadi penyumbang terbesar nilai transaksi. Sepanjang 2025, produksi Koi mencapai 99,5 juta ekor dengan harga sekitar Rp7.000 per ekor, sehingga total nilai transaksi menembus Rp696,5 miliar.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Tertibkan Reklame Liar dan Kedaluwarsa
Hafid menambahkan, sejumlah jenis ikan hias lainnya juga memberikan kontribusi signifikan. Ikan Manvis diproduksi sebanyak 8.979.000 ekor dengan nilai transaksi Rp5,38 miliar, ikan Moli sebanyak 12.962.009 ekor dengan nilai Rp3,24 miliar, serta ikan Mas Koki sebanyak 4.959.000 ekor dengan nilai Rp2,23 miliar.
“Untuk ikan Louhan, produksi tercatat 6.090 ekor dengan nilai transaksi Rp121,8 juta. Ikan Oskar mencapai 479.000 ekor senilai Rp958 juta, ikan Komet sebanyak 90.420.000 ekor dengan nilai Rp36,16 miliar, dan ikan Puti mencapai 35.772.000 ekor dengan nilai transaksi Rp8,94 miliar,” jelasnya.
Tak hanya itu, lele blorok juga mencatat produksi 720.000 ekor dengan nilai transaksi Rp180 juta.
Nur Hafid menyatakan optimisme bahwa pada 2026 mendatang, produksi serta nilai transaksi ikan air tawar, benih ikan, dan ikan hias di Kabupaten Kediri akan terus meningkat. Dinas Perikanan berkomitmen melanjutkan program pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan kepada para pembudidaya ikan guna menjaga tren positif tersebut.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





