Sarasehan Bulan Bung Karno di Jombang Bahas Kembali Polemik Tempat Kelahiran Soekarno

Sarasehan Bulan Bung Karno di Jombang Bahas Kembali Polemik Tempat Kelahiran Soekarno
Ketua DPC PDI-P Kabupaten Jombang, Sumrambah menerima pigura arsip lama dari Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, Arif Yulianto bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Kabupaten Jombang ketika di kantor DPC PDI-P Jombang, Senin (1/6/2026) malam. (Taufiqur Rachman)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar sarasehan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di kantor DPC PDIP Jombang itu menjadi forum diskusi untuk mengkaji kembali sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Sarasehan tersebut menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari kader partai, mahasiswa, budayawan, pemerhati sejarah hingga akademisi. Mereka berdiskusi mengenai berbagai perspektif terkait lokasi kelahiran Bung Karno yang hingga kini masih menjadi perdebatan, antara Jombang dan Surabaya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Sejumlah narasumber turut memberikan pemaparan, di antaranya penggagas Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, peneliti sejarah Moch. Faisol, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang Arif Yulianto, serta sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rojil Nugroho Bayu Aji.

Baca juga : Sebanyak 21 PAC PDI Perjuangan Jombang Resmi Dilantik, Donny Anggun Tekankan Keterlibatan Gen Z dan Literasi Digital

Acara itu juga dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang Sumrambah, anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah, Ketua TACB Jombang Nasrul Ilah, serta Pembina Persada Soekarno Kediri RM Kuswartono.

Dalam paparannya, Binhad Nurrohmat menyampaikan hasil penelusuran yang meyakini Bung Karno lahir di Kecamatan Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902. Sementara Moch. Faisol mengulas kontroversi penetapan rumah di kawasan Pandean Gang IV Surabaya sebagai tempat kelahiran proklamator tersebut.

Di sisi lain, Arif Yulianto menjelaskan rekomendasi TACB Kabupaten Jombang tahun 2024 yang mengusulkan situs kelahiran Bung Karno berada di Ploso. Berbeda dengan itu, sejarawan Rojil Nugroho Bayu Aji memaparkan kajian yang menyebut Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901.

Baca juga : Satpol PP Kota Kediri Tingkatkan Kapasitas Personel, Gandeng Brimob dan Bea Cukai

Ketua pelaksana kegiatan, Andika, mengatakan sarasehan tersebut merupakan agenda rutin partai yang kali ini sengaja dikaitkan dengan momentum Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

Menurutnya, tujuan utama forum tersebut bukan sekadar membahas polemik tempat kelahiran Bung Karno, melainkan menggali kembali pemikiran-pemikiran sang proklamator, seperti marhaenisme dan Trisakti, agar tetap relevan bagi generasi muda saat ini.

“Forum ini menjadi sarana memperkaya wawasan, terutama bagi mahasiswa dan kader muda, sehingga pemahaman terhadap sejarah dan pemikiran Bung Karno semakin berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, budayawan Jombang Nasrul Ilah atau Cak Nas menilai dukungan berbagai pihak terhadap upaya penetapan Ploso sebagai situs kelahiran Bung Karno merupakan langkah positif. Menurutnya, Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia sehingga upaya pengungkapan sejarah harus dilakukan secara terbuka dan objektif.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil keputusan terkait status situs tersebut sebelum akhir 2026. Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, pihaknya juga terus mendorong adanya dialog antara Jombang dan Surabaya yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan maupun Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.

“Yang terpenting bukan memperdebatkan daerah mana yang benar, tetapi bagaimana fakta sejarah dapat dikaji secara menyeluruh dan menjadi pengetahuan bersama bagi masyarakat,” tegasnya.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *