Kediri, LINGKARWILIS.COM – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan purnatugas Kepala MAN 2 Kota Kediri, Drs. H. Nursalim, M.Pd.I. Banyak pihak tampak menitikkan air mata saat mengantar kepergian sosok pemimpin yang dinilai berjasa besar dalam mengukir berbagai prestasi madrasah tersebut.
Sejak tiba di lokasi acara, Drs. H. Nursalim bersama istri disambut barisan siswa-siswi yang berdiri rapi sembari memberikan penghormatan. Momen emosional kian terasa ketika beliau melewati sebuah kotak hitam besar yang tiba-tiba terbuka dan melepaskan balon-balon bertuliskan ucapan perpisahan.
Aula Salim Sport Center (SSC) pun dipenuhi nuansa haru dalam acara pelepasan purnatugas yang digelar Sabtu (31/01). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, A. Zamroni, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, A. Zamroni menegaskan bahwa purnatugas merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan pengabdian seorang aparatur negara.
Baca juga : Kasus PMK dan LSD di Kediri Melandai, 91 Ekor Sapi Dinyatakan Sembuh
“Ciri orang baik itu sederhana. Saat ia datang, disambut dengan senyum dan tawa. Namun ketika masa tugasnya berakhir, justru yang ditinggalkan merasa kehilangan. Hari ini kita menyaksikan hal itu pada sosok H. Nursalim,” ungkapnya.
Ia menilai, sejak awal menjabat, H. Nursalim menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Namun hingga akhir masa baktinya, ia mampu menghadirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi kemajuan MAN 2 Kota Kediri.
“Hari ini beliau tersenyum dengan lapang karena amanah telah ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Kadang, baru terasa betapa berharganya seseorang ketika ia sudah tidak lagi memimpin,” lanjut A. Zamroni.
Sebagai penutup sambutan, ia menyampaikan pantun perpisahan:
Di detik-detik tugas terakhirnya,
Baju seragam tampak begitu gagah.
Waktu berpisah tak bisa dicegah,
Selamat jalan kepala sekolah terbaik kami.
Ia juga menegaskan bahwa meski sebelumnya sempat muncul aspirasi agar H. Nursalim tetap menjabat, secara aturan purnatugas tidak dapat ditunda. “Purnatugas adalah kepastian yang akan dialami setiap aparatur. Tidak ada perpanjangan masa jabatan karena usia dan masa bakti sudah maksimal,” tegasnya.
Menurutnya, setiap manusia tentu memiliki kelebihan dan keterbatasan. Namun secara kedinasan, ia menilai kinerja H. Nursalim hampir tanpa cela. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan demi mewujudkan madrasah yang unggul dan berprestasi.
Baca juga : Cuaca Ekstrem Awal Tahun, Petani Kediri Pertahankan Paranet Penghalau Hama Tanaman
Meski telah memasuki masa purnatugas, H. Nursalim disebut akan tetap berkontribusi di dunia pendidikan melalui berbagai peran lain, antara lain sebagai wakil yayasan, kepala madrasah, serta dosen.
Dalam pesan perpisahannya, H. Nursalim berharap penggantinya kelak dapat melanjutkan sistem dan budaya kerja yang telah ia bangun.
“Pengganti saya tidak mungkin sama persis, tetapi semoga tidak terlalu jauh dari yang sudah ada. Harapan para guru, kepala madrasah berikutnya berasal dari Kediri agar memahami kultur dan sistem MAN 2 Kota Kediri yang telah mengantarkan banyak prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan selama memimpin tidak lepas dari dukungan seluruh warga madrasah, para pemangku kepentingan, serta peran besar sang istri yang selalu mendampingi dan mendoakan.
“Istri saya selalu bangun malam, memanjatkan doa agar tugas-tugas yang saya emban berjalan lancar,” tuturnya dengan nada haru.
Di akhir sambutan, H. Nursalim menyampaikan terima kasih kepada para guru, siswa, serta seluruh stakeholder atas kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mencapai tujuan madrasah secara efektif.***
Reporter : Ely Burhan
Editor : Hadiyin






