Kediri, LINGKARWILIS.COM – Cuaca ekstrem di awal tahun 2026 mendorong petani di Kabupaten Kediri tetap mempertahankan pemasangan paranet sebagai upaya melindungi tanaman dari serangan hama. Curah hujan tinggi disertai angin kencang dinilai memicu meningkatnya migrasi hama pengganggu tanaman sejak fase awal pertumbuhan.
Kondisi cuaca yang tidak stabil memudahkan berbagai jenis hama atau yang oleh petani setempat disebut “amigo”, seperti belalang, ulat, wereng, uret, hingga burung, menyerang tanaman pangan dan hortikultura. Jika tidak diantisipasi, serangan tersebut berpotensi menurunkan hasil panen.
Untuk meminimalkan risiko kerugian, sejumlah petani memasang paranet berukuran besar di tepi lahan pertanian, termasuk di sepanjang jalan. Paranet berfungsi sebagai penghalang sekaligus penjebak hama yang bermigrasi akibat perubahan cuaca. Hasilnya, banyak hama yang tertahan dan terjaring sebelum masuk ke area tanam.
Baca juga : Aroma Siomay dan Batagor Khas Bandung Menggoda, Kuliner Pinggir Jalan Ini Jadi Favorit Warga Kediri
Sukandar (50), petani asal Kecamatan Ringinrejo, mengatakan pemasangan paranet dilakukan secara gotong royong bersama kelompok tani. Paranet dipasang sepanjang sekitar 1,5 kilometer di sekitar area pertanian yang ditanami jagung, tebu, padi, dan sayuran.
“Ini langkah pencegahan supaya tanaman tidak rusak. Saat cuaca ekstrem seperti sekarang, hama cepat berkembang dan mudah berpindah. Dengan paranet, tanaman bisa lebih aman dan hasil panen tetap maksimal,” ujarnya.
Upaya serupa dilakukan Basuki (40), petani di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo. Ia memasang paranet rapat di lahan sawah seluas sekitar 300 ru untuk melindungi padi, terutama dari serangan burung menjelang masa panen.
Baca juga : Persik Kediri Bidik Tiga Poin di Kandang, Marcos Reina Torres Bedah Kekuatan Bali United
“Kalau tidak dipasang, burung bisa mengurangi hasil panen. Selain itu, paranet juga membantu mencegah padi roboh karena angin kencang yang akhir-akhir ini sering terjadi,” jelasnya.
Dengan mempertahankan penggunaan paranet, petani berharap tanaman tetap terlindungi dari hama maupun dampak cuaca ekstrem, sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Kediri dapat tetap terjaga meski di tengah kondisi iklim yang kurang bersahabat.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






