Kediri, LINGKARWILIS.COM – Perubahan cuaca yang tidak menentu mendorong para pembudidaya ikan hias, khususnya ikan moly, untuk meningkatkan kewaspadaan. Faktor kesehatan ikan kini menjadi prioritas utama demi menjaga kualitas produksi dan nilai jual yang tetap tinggi.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pengaturan paparan sinar matahari. Kolam budidaya disarankan dilengkapi atap pelindung agar tidak terpapar sinar ultraviolet (UV) secara langsung. Meski demikian, ikan moly tetap membutuhkan cahaya matahari dalam kadar yang cukup untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat dan aktif.
Selain itu, kebersihan air kolam juga menjadi perhatian krusial. Sisa pakan yang mengendap berlebihan dapat memicu penurunan kualitas air. Karena itu, pembudidaya perlu rutin membersihkan kolam, terutama saat air mulai tampak keruh.
Baca juga : Polsek Kediri Kota Gelar Sapa Pagi, Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Jam Sibuk
Pembudidaya ikan moly asal Desa Surowono, Kecamatan Badas, Kediri, M. Azam Bakhor Zaini, menegaskan pentingnya perawatan ekstra di tengah cuaca ekstrem.
“Pemberian pakan tetap dua kali sehari. Untuk pagi seperti biasa, sedangkan sore hari sebaiknya diberikan sebelum hujan turun. Selain itu, perlu tambahan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan budidaya ikan moly sangat bergantung pada kepekaan pembudidaya dalam membaca kondisi lingkungan.
“Yang terpenting, pembudidaya harus cermat melihat perubahan cuaca agar bisa mengambil langkah yang tepat,” imbuhnya.
Baca juga : APBN Kediri Raya Tumbuh Positif hingga Maret 2026, Sinergi Kemenkeu Dorong Ekonomi Daerah
Dengan perawatan yang tepat dan adaptasi terhadap kondisi cuaca, diharapkan produksi ikan moly tetap stabil dan berkualitas, meski di tengah tantangan iklim yang tidak menentu.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






