Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo telah tiba di Tanah Suci sejak 28 April 2026. Saat ini, sebanyak 564 jemaah tengah menjalani fase penyesuaian diri sebelum memasuki rangkaian ibadah haji selanjutnya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo, Marjuni, mengungkapkan suhu udara di Madinah saat ini berkisar antara 32 hingga 38 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai cukup berpengaruh terhadap fisik jemaah, khususnya lansia dan kelompok berisiko tinggi.
“Secara umum jemaah sudah mulai beradaptasi. Tapi disiplin menjaga kesehatan tetap harus diutamakan,” ujarnya.
Meski cuaca cukup terik, aktivitas jemaah tetap berjalan. Jemaah yang tergabung dalam kloter 19 dan 29 telah mengikuti agenda city tour, sementara jemaah perempuan bersiap menjalani ziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Baca juga : DPRD Kota Kediri Dorong Peran Masyarakat Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
Namun demikian, pihak KHU mencatat masih ada jemaah yang mulai mengabaikan penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan penutup kepala. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko di tengah suhu panas yang terus meningkat.
“Ada yang merasa sudah terbiasa, lalu melepas pelindung. Padahal itu tetap penting,” jelas Marjuni.
Ia menegaskan pentingnya menjaga stamina sejak awal. Pasalnya, puncak ibadah haji masih menanti dan membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Selain itu, pemantauan khusus juga dilakukan terhadap jemaah dengan kategori risiko tinggi guna memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga.
“Kami minta jemaah pandai mengatur aktivitas, termasuk tidak berlebihan dalam ibadah sunah agar energi tetap terjaga,” tambahnya.
Baca juga : APBN Kediri Raya Tumbuh Positif hingga Maret 2026, Sinergi Kemenkeu Dorong Ekonomi Daerah
Marjuni pun mengingatkan agar jemaah tidak menguras tenaga di awal perjalanan ibadah.
“Jangan habiskan tenaga di awal. Fokus utama adalah menjaga kesehatan supaya ibadah wajib dapat dijalankan dengan maksimal,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin






