Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Kondisi gedung SDN 2 Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, kian memprihatinkan. Selama hampir dua tahun terakhir, proses belajar mengajar berlangsung di bawah ancaman plafon yang berisiko ambruk, sementara perbaikan menyeluruh dari pihak terkait belum juga terealisasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (2/2/2026), kerusakan paling parah terlihat pada ruang kelas 4B dan 2A. Beberapa bagian plafon tampak berlubang dan mengelupas, memperlihatkan rangka kayu penyangga atap yang sudah lapuk dan rapuh. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi runtuhan yang bisa membahayakan keselamatan siswa.
Kepala SDN 2 Warujayeng, Sudarno, mengaku resah melihat kondisi tersebut. Ia menyebut pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan laporan resmi kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut perbaikan secara menyeluruh.
“Kerusakan ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Kami sudah beberapa kali mengajukan laporan, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan signifikan. Yang paling mengkhawatirkan adalah balok penyangga atap yang sudah termakan usia,” ungkapnya.
Baca juga : Fokus Kurangi Pelanggaran dan Fatalitas, Polres Kediri Kota Laksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026
Untuk mengurangi risiko, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergiliran dengan memindahkan sebagian siswa ke ruang kelas lain yang lebih layak. Namun keterbatasan ruang membuat kelas yang rusak masih sesekali digunakan.
Sebagai langkah darurat, sekolah melakukan perbaikan sementara dengan memasang tiang penyangga tambahan pada bagian struktur yang dinilai paling rawan. Meski membantu menahan beban atap, langkah ini dinilai tidak cukup sebagai solusi jangka panjang.
“Kami hanya bisa melakukan perbaikan seadanya sesuai kemampuan sekolah. Ini sifatnya sementara, bukan solusi permanen,” jelas Sudarno.
Kondisi tersebut juga berdampak pada psikologis siswa. Atika Kurota Ayun, siswi kelas 4B, mengaku merasa cemas setiap kali berada di dalam kelas.
“Saya sering takut melihat plafon yang bolong. Saya berharap kelas kami segera diperbaiki agar bisa belajar dengan tenang,” tuturnya.
Baca juga : Bawaslu Kota Kediri Rawat Demokrasi Melalui Ju’mat Sehati dan Jumpa Berlian
Saat ini, pihak sekolah bersama wali murid mendesak pemerintah daerah segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Mereka menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh ketersediaan sarana belajar yang aman dan layak bagi siswa.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin

