Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Rencana penataan jalur pedestrian di dua ruas utama pusat Kota Ponorogo, yakni Jalan Ahmad Dahlan (Ahlan) dan Jalan Sultan Agung (Sultag), dipastikan kembali tertunda. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo menyatakan proyek tersebut belum bisa dilaksanakan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.
Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengungkapkan bahwa pembatalan ini berkaitan erat dengan gagalnya skema pembiayaan yang sebelumnya telah direncanakan. Proyek yang semula dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir 2025 itu akhirnya kandas setelah rencana pinjaman sebesar Rp100 miliar ke Bank Jatim tidak terealisasi.
“Skemanya sebenarnya sudah disiapkan, yakni menggunakan sisa dana utang Bank Jatim yang dikombinasikan dengan APBD 2026 untuk perbaikan saluran air di Ahlan dan Sultag. Namun karena pinjaman tersebut gagal dan dana transfer dari pusat juga berkurang, proyek ini untuk sementara belum bisa dijalankan,” jelas Jamus, Senin (2/2/2026).
Baca juga : SBY Kulineran di Ponorogo, Bernostalgia dari Masa Muda hingga Jadi Perwira
Ia menambahkan, secara teknis pembangunan pedestrian bisa dilakukan secara bertahap. Jika anggaran mencukupi, pengerjaan dapat dilakukan di kedua sisi jalan. Namun jika dana terbatas, pembangunan hanya akan difokuskan pada satu sisi terlebih dahulu. Sayangnya, kondisi keuangan saat ini membuat seluruh rencana tersebut harus ditunda.
“Jika dananya tersedia, kami bisa mengerjakan dua sisi sekaligus. Jika tidak, satu sisi dulu. Tapi saat ini memang belum ada alokasi anggaran yang memungkinkan,” tegasnya.
Padahal, penataan pedestrian di Jalan Ahmad Dahlan dan Sultan Agung telah diproyeksikan sebagai penggerak aktivitas ekonomi perkotaan. Kawasan tersebut dirancang sebagai bagian dari konsep “lingkar delapan ekonomi” yang terintegrasi dengan jalur pedestrian di Jalan HOS Cokroaminoto, Gajah Mada, Jenderal Sudirman, dan Urip Sumoharjo.
“Tujuan utamanya untuk meningkatkan denyut ekonomi kota. Sayangnya, untuk saat ini rencana tersebut belum bisa diwujudkan. Kami berharap ke depan ada dukungan anggaran yang memadai,” ujar Jamus.
Baca juga : Bawaslu Kota Kediri Rawat Demokrasi Melalui Ju’mat Sehati dan Jumpa Berlian
Selain proyek pedestrian, beberapa program infrastruktur prioritas lainnya juga ikut tertunda. Salah satunya adalah perbaikan saluran air di Jalan Jaksa Agung yang kerap meluap saat musim hujan. Meski dinilai mendesak, proyek ini pun belum dapat direalisasikan.
“Saat ini ada dua prioritas yang kami pertimbangkan, yakni saluran air di Ahmad Dahlan atau di Jaksa Agung. Jika nanti tersedia anggaran, kami akan menentukan mana yang lebih dulu ditangani,” tutup Jamus.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin






