Sebanyak 7.500 Dosis Vaksin PMK Siap Disebar ke 20 Kecamatan di Nganjuk

7.500 Dosis Vaksin PMK Siap Disebar ke 20 Kecamatan di Nganjuk
7.500 Dosis Vaksin PMK Siap Disebar ke 20 Kecamatan di Nganjuk (Inna)

Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian (Dispertan) menyiapkan distribusi 300 botol vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau setara dengan 7.500 dosis ke seluruh wilayah di Kabupaten Nganjuk. Vaksin tersebut akan disalurkan secara merata ke 20 kecamatan sebagai bagian dari program vaksinasi PMK Tahap I Tahun 2026.

Distribusi vaksin ini difokuskan pada populasi ternak di seluruh kecamatan guna memastikan perlindungan kesehatan hewan berjalan menyeluruh tanpa ada wilayah yang terlewat.

bayar PBB Kota Kediri

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Nganjuk, Ery Cahyono, menyatakan bahwa alokasi 7.500 dosis ini menjadi langkah awal yang krusial untuk menekan penyebaran PMK yang dikenal sangat cepat menular.

“Pada tahap pertama ini, Kabupaten Nganjuk menerima 300 botol vaksin PMK atau setara dengan 7.500 dosis yang akan didistribusikan dan diberikan kepada ternak di 20 kecamatan,” ujar Ery, Senin (2/2/2026).

Baca juga : Polres Kediri Sita 26 Motor Diduga Dipakai Balap Liar, Sebagian Besar Pelajar

Ia menegaskan bahwa program vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dinas Peternakan Jawa Timur serta Kementerian Pertanian dalam upaya mempercepat pengendalian PMK. Mengingat tingkat penularan penyakit ini bisa mencapai 90 hingga 100 persen, vaksinasi dinilai sebagai langkah preventif yang sangat penting bagi keberlangsungan usaha peternakan.

Agar pelaksanaan vaksinasi berjalan optimal, Dispertan Nganjuk telah menyiapkan tim teknis yang terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, serta petugas handling dan desinfeksi. Setiap ternak yang telah divaksin akan langsung didata dalam sistem iSIKHNAS sebagai bagian dari pemantauan dan pelaporan.

Selain itu, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) akan diperkuat perannya dengan menjalin koordinasi bersama kecamatan, pemerintah desa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam kegiatan sosialisasi kepada peternak.

Baca juga : Harga Kedelai Merangkak Naik, Perajin Tahu Jombang Terhimpit Biaya Produksi

“Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memastikan vaksinasi berjalan efektif dan tepat sasaran,” tutup Ery.***

Reporter : Inna Dewi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto