Kediri, LINGKARWILIS.COM – Petugas dari DKPP Kabupaten Kediri kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Desa Tertek, Pare, Sabtu (17/5/2026) pagi. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan hewan ternak menjelang meningkatnya permintaan hewan kurban.
Dari hasil pemeriksaan terhadap ratusan sapi yang diperdagangkan, petugas tidak menemukan adanya indikasi penyakit pada hewan ternak. Saat ini tercatat sekitar 400 ekor sapi berada di pasar hewan tersebut.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, dr. Tutik Purwaningsih, mengatakan setiap sapi yang masuk pasar wajib melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan hewan (keswan). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya hewan sakit yang diperjualbelikan menjelang Iduladha.
“Dari pemeriksaan yang kami lakukan di Pasar Hewan Tertek Pare pagi ini, tidak ditemukan adanya penyakit pada tubuh sapi. Selain itu, untuk hewan kurban juga sudah memenuhi syarat karena kondisi giginya sudah poel,” jelas Tutik.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat membeli hewan ternak turut dipengaruhi kondisi ternak yang sehat. Meski harga hewan kurban mengalami kenaikan, permintaan di pasaran tetap tinggi.
Baca juga : Bakal Guncang SLG dengan 15 Lagu, Grup Musik ODGJ Sinar Djaya Kediri Tampil di Panggung Kuno Kini
DKPP juga mengimbau para pedagang ternak untuk terus menjaga kebersihan kandang dan rutin berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan guna mencegah penyebaran penyakit seperti PMK maupun LSD.
“Masuk pasar hewan, kondisi ternak harus sehat. Kami terus memantau kesehatan hewan di seluruh pasar hewan di Kabupaten Kediri. Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Kediri saat ini zero kasus PMK dan LSD,” tegasnya.
Selain melakukan pengawasan kesehatan hewan, DKPP Kabupaten Kediri juga telah menyalurkan sekitar 300 dosis vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Sementara itu, terkait proses penyembelihan hewan kurban, Tutik memastikan seluruh juru sembelih halal (Juleha) yang terdata di DKPP Kabupaten Kediri telah memiliki sertifikasi dan kompetensi sesuai standar.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





