Blitar, LINGKARWILIS.COM – Pelaksanaan flushing atau penggelontoran sedimen (pladu) di Sungai Brantas yang dijadwalkan dimulai Senin pagi (18/5/2026) menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Blitar bakal meningkatkan patroli di sekitar Bendungan Wlingi Raya dan Bendung Lodoyo.
Kasi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni mengatakan, petugas akan disiagakan di sejumlah titik rawan selama proses penggelontoran berlangsung. Dua bendungan tersebut berada di wilayah Kecamatan Talun, Sutojayan, Kanigoro, dan Kademangan.

“Kami akan menempatkan petugas di lokasi dan melakukan patroli selama kegiatan berlangsung. Warga diminta berhati-hati dan tidak mendekati area sungai saat penggelontoran dilakukan,” kata Muheni, Minggu (17/5/2026).
Sesuai jadwal, penggelontoran diawali dari Bendung Lodoyo dengan pembukaan sejumlah pintu air, kemudian dilanjutkan Bendungan Wlingi Raya. Kondisi arus yang deras saat pintu air dibuka dinilai sangat berbahaya, terutama bagi warga yang nekat turun ke sungai mencari ikan mabuk maupun ikan yang terbawa arus.
Baca juga :Polres Blitar Ikuti Zoom Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Muheni menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas keamanan bendungan untuk menghalau warga yang nekat mendekat ke area berbahaya. Menurutnya, kebiasaan warga berburu ikan saat pladu kerap memicu risiko kecelakaan.
“Arus saat pintu air dibuka sangat deras dan berbahaya. Kami minta masyarakat tidak nekat turun ke sungai,” tegasnya.
Polisi juga berkaca pada insiden tahun lalu saat seorang pencari ikan meninggal dunia di Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Serut, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro. Korban bernama KSN (67) diduga meninggal akibat kelelahan saat terjebak lumpur di pinggir sungai ketika mencari ikan saat pladu berlangsung.
Sementara itu, Perum Jasa Tirta I memastikan kegiatan flushing sedimen di Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo akan berlangsung mulai 18 hingga 23 Mei 2026.
Kepala Sub Divisi PSDA Brantas 1 Perum Jasa Tirta I, Arief Satria Marsudi mengatakan, selama proses flushing akan terjadi peningkatan debit dan kekeruhan air di aliran hilir Sungai Brantas. Selain itu, akses lintas di Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo juga akan ditutup sementara.
PJT I mengimbau masyarakat di wilayah Blitar, Tulungagung, hingga Kediri untuk tidak beraktivitas di bantaran sungai dan menjaga jarak aman dari aliran Sungai Brantas selama kegiatan berlangsung.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





