Kediri, LINGKARWILIS.COM – Lapangan sekitar Masjid Al-Amin, Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dipenuhi ribuan jamaah yang antusias menghadiri pengajian yang disampaikan KH. Agus Tanwirul Mubarok atau Gus Irul. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peresmian masjid tersebut, Senin (2/2).
Suasana pengajian berlangsung khidmat dengan kehadiran warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga jamaah umum yang datang dari sejumlah wilayah sekitar.
Dalam ceramahnya, Gus Irul menekankan pentingnya menjauhkan diri dari sifat tamak dan prasangka buruk terhadap sesama. Ia mengingatkan jamaah agar tidak merasa paling benar atau paling baik, karena sikap tersebut berpotensi menjerumuskan seseorang ke dalam kesombongan spiritual.
“Jangan mudah menghakimi orang lain. Setiap orang memiliki ujian dan perjuangannya masing-masing. Yang terpenting adalah ikhtiar dan kejujuran dalam menjalani hidup,” ujar Gus Irul di hadapan para jamaah.
Baca juga : Polres Kediri Sita 26 Motor Diduga Dipakai Balap Liar, Sebagian Besar Pelajar
Lebih lanjut, ia mengingatkan umat agar tidak bergantung pada kesalehan orang tua atau keluarga. Menurutnya, setiap individu kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya sendiri di hadapan Allah SWT.
Untuk memperkuat pesannya, Gus Irul mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali yang menggambarkan ketergantungan pada amal orang lain seperti seorang anak yang mengira tidak akan lapar karena orang tuanya sudah makan, atau tidak akan haus karena orang tuanya sudah minum.
“Jika anak itu tidak makan dan minum sendiri, ia tetap akan lapar dan haus. Begitu pula dengan amal, setiap orang harus berusaha sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya,” jelasnya.
Gus Irul juga menegaskan bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang memberi manfaat bagi sesama. Ia mengajak jamaah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, bukan merasa lebih suci atau lebih benar dari orang lain.
Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Jadwalkan RDP Bahas Proyek Pasar Ngadiluwih yang Molor
“Daripada merasa lebih baik, lebih utama kita saling mengajak dan menguatkan dalam kebaikan,” tuturnya menutup tausiyah.
Pengajian ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan ikhtiar, serta menumbuhkan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





