Tim SAR Gabungan Lamongan Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Lamong, Terseret Arus Sejauh 15 Kilometer

Tim SAR Gabungan Lamongan Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Lamong, Terseret Arus Sejauh 15 Kilometer
Tim SAR gabungan mengevaluasi korban tenggelam di Sungai Lamong Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. (Ist).

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan terhadap seorang anak yang hanyut di Sungai Lamong akhirnya berakhir. Korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Korban berinisial NA (14), warga Dusun Kedungcalok, Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, ditemukan pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazahnya terpantau di aliran Sungai Lamong wilayah Dusun Setoyo, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, atau sekitar 15 kilometer dari titik pertama ia dilaporkan tenggelam.

bayar PBB Kota Kediri

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, menjelaskan bahwa sebelum pencarian dilanjutkan pada hari kedua, seluruh personel lebih dulu menggelar apel dan koordinasi di Posko Balai Desa Kreterangon sekitar pukul 08.00 WIB.

“Apel dan koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto bersama instansi terkait sebelum tim kembali turun ke lapangan,” ujar Ipda Hamzaid.

Baca juga : Serap Aspirasi Warga, Legislator Golkar dan Tiga Pilar Perkuat Kolaborasi Pembangunan Kota Kediri

Pencarian hari kedua melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Lamongan, Basarnas, BPBD Kabupaten Lamongan, Satpolairud Polres Lamongan, relawan, perangkat desa, hingga warga setempat. Tim melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran Sungai Lamong.

Sekitar tiga jam setelah pencarian dimulai, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. “Perkiraan jarak antara lokasi awal kejadian dengan tempat ditemukannya korban sekitar 15 kilometer,” tambahnya.

Petugas gabungan kemudian segera melakukan evakuasi jenazah dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyatakan ikhlas. Mereka juga menolak dilakukan autopsi, sehingga jenazah langsung diserahkan untuk proses pemakaman.

Baca juga : Stasiun Ngangeni, Ikhtiar Melestarikan Jejak Sejarah dan Menggerakkan Wisata Budaya Kediri

Ipda Hamzaid menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh tim serta masyarakat yang telah membantu pencarian sejak hari pertama.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai yang debit airnya meningkat dan arusnya deras, guna mencegah kejadian serupa terulang.***

Reporter : Surpapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto