Perwakilan Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Su’udi mengatakan, rombongan biksu membawa pesan perdamaian internasional yang sejalan dengan nilai keberagaman yang dijaga masyarakat Jombang.
“Kami menyambut baik kehadiran para biksu di Jombang. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat di sini sangat menghormati perbedaan dan menjaga toleransi antarumat beragama,” ujar Su’udi saat penyambutan di Samsat Jombang.

Sebelum tiba di Jombang, para biksu lebih dulu singgah di Mojokerto dan melanjutkan perjalanan kaki menuju Jombang sejak pagi hari. Rute perjalanan melintasi sejumlah titik mulai dari perbatasan Jombang-Mojokerto, Pasar Mojoagung, Flyover Peterongan, Ringin Contong hingga Alun-Alun Jombang.
Baca juga : Kecelakaan di Tunggorono Jombang, Pemotor Alami Luka Berat Usai Tabrakan dengan Truk
Rombongan kemudian beristirahat di Klenteng Hok Liong Kiong yang berada di Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang.
Pada Selasa (19/5/2026), para biksu dijadwalkan sarapan bersama di Pendopo Kabupaten Jombang dan mendapat penyambutan resmi dari Bupati Jombang, Warsubi.
Agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Ziarah tersebut dinilai sarat makna karena Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan pemersatu lintas agama di Indonesia.
Usai dari Tebuireng, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Jombang dan bermalam di Klenteng Gudo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah pada Rabu (20/5/2026).
“Perbedaan pandangan tidak boleh memecah persatuan. Kerukunan antarumat harus terus dirawat demi menjaga keamanan dan kedamaian bersama,” tambah Su’udi.
Baca juga : DP2KBP3A Kabupaten Kediri Lakukan Pendampingan Psikologis bagi Anak Korban Dugaan Asusila Oknum Tokoh Agama
Salah seorang warga Mojoagung, Rizky, mengaku kagum dengan semangat para biksu yang berjalan kaki menuju Candi Borobudur.
“Luar biasa mereka berjalan kaki sampai ke Borobudur nantinya, itu perjuangan yang luar biasa,” katanya.
Diketahui, Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan gerakan spiritual dan kemanusiaan internasional yang diikuti biksu dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Laos dan Indonesia. Kegiatan ini didukung Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai upaya menyuarakan pesan perdamaian dunia.
Perjalanan spiritual tersebut dimulai dari Brahmavihara-Arama pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 bertepatan dengan perayaan Waisak Nasional.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





