DP2KBP3A Kabupaten Kediri Lakukan Pendampingan Psikologis bagi Anak Korban Dugaan Asusila Oknum Tokoh Agama

DP2KBP3A Kabupaten Kediri Lakukan Pendampingan Psikologis bagi Anak Korban Dugaan Asusila Oknum Tokoh Agama
Tim dp2kbp3a Kabupaten Kediri di rumah ketua RT adakan dialog dengan orang tua korban pencabulan tokoh agama Senin siang (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum tokoh agama berinisial H0 (60) di Dusun Cakruk, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, masih menjadi perhatian masyarakat setempat.

Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang diduga menjadi korban mencapai 13 orang. Sementara itu, terduga pelaku saat ini telah diamankan di Polres Kediri untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

bayar PBB Kota Kediri

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri melakukan pendampingan psikologis terhadap para korban.

Baca juga : Dua Kebakaran Terjadi dalam Semalam di Kabupaten Kediri, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak yang menjadi korban tidak mengalami trauma berkepanjangan dan tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Intan Candra Dewi SKM MKes, mengatakan asesmen dan pendampingan psikologis sangat penting dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi mental anak-anak korban.

“Kami melakukan pendampingan kepada anak-anak korban agar mereka tidak mengalami trauma dan tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari serta bersekolah seperti biasa,” ujarnya.

Perangkat Desa Tales, Arik, juga menyampaikan bahwa pendampingan psikologis dari DP2KBP3A sangat dibutuhkan agar kondisi mental anak-anak korban dapat segera pulih.

Baca juga : Bandara Internasional Dhoho Kediri Dipilih Jadi Lokasi Kediri Half Marathon 2026

“Pendampingan psikologis ini sangat diperlukan agar anak-anak tidak terbebani dengan kasus yang menimpa mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Murjito, mengungkapkan awalnya pihaknya hanya menerima laporan dari satu orang tua korban. Namun setelah berkoordinasi dengan perangkat desa, jumlah laporan terus bertambah hingga diketahui ada 13 anak yang diduga menjadi korban.

“Awalnya kami menerima satu laporan dari orang tua korban. Setelah dilakukan koordinasi dengan perangkat desa, ternyata laporan terus bertambah hingga jumlahnya 13 anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pihak desa bersama DP2KBP3A menggelar asesmen dan pendampingan bagi anak-anak korban agar mereka tidak mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.***

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto