Gempa M 6,4 Berpusat di Pacitan, Satu Rumah Warga Tulungagung Rusak Berat

Gempa M 6,4 Berpusat di Pacitan, Satu Rumah Warga Tulungagung Rusak Berat
Petugas BPBD Tulungagung saat mendatangi rumah terdampak gempa bumi dengan magnitudo 6,4 yang berasal dari Kabupaten Pacitan (BPBD Tulungagung)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Dampak gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan turut dirasakan hingga Tulungagung. Satu rumah warga di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, korban telah menerima bantuan logistik dari BPBD setempat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto menjelaskan, gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB tersebut terasa hingga wilayah Tulungagung. Berdasarkan laporan yang masuk, terdapat satu unit rumah yang terdampak akibat guncangan gempa.

bayar PBB Kota Kediri

Rumah yang mengalami kerusakan diketahui milik Misdi (71), warga Desa Kedungcangkring. Bagian atap rumahnya mengalami kerusakan akibat genteng yang berjatuhan, sementara teras rumahnya juga roboh.

“Dari hasil laporan, dampak gempa kemarin menyebabkan satu rumah di Desa Kedungcangkring mengalami kerusakan pada bagian atap karena genteng runtuh, serta teras rumah yang roboh,” ujar Teguh Abianto, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga : Hadapi Dewa United, Persik Kediri Membidik Kemenangan Penuh

Ia menuturkan, saat gempa terjadi, sebagian besar warga tengah terlelap, termasuk pemilik rumah tersebut. Namun, ketika getaran semakin kuat dan genteng mulai berjatuhan, korban terbangun dan segera menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi.

BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Pemilik rumah berhasil keluar sebelum bangunannya mengalami kerusakan lebih parah.

Laporan dampak gempa baru diterima BPBD pada Sabtu (7/2/2026), sehingga tim segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, pakaian, terpal, kasur, serta selimut.

Berdasarkan hasil pemantauan awal, kerusakan terjadi pada bagian atap akibat genteng yang runtuh serta teras sepanjang kurang lebih tiga meter yang roboh. Saat ini, BPBD masih melakukan asesmen lebih lanjut untuk menghitung total kerugian material.

Baca juga : FPRB Kabupaten Kediri Perkuat Koordinasi Program Pengurangan Risiko Bencana

“Jumlah genteng yang rusak masih dalam proses pendataan. Namun yang jelas, bantuan logistik sudah kami serahkan kepada korban,” tutupnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto