JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Datangnya bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di Kabupaten Jombang. Salah satunya dirasakan Fachrur Rochman, perajin tasbih asal Desa Losari, Kecamatan Ploso. Menjelang bulan puasa, pesanan tasbih kayu premium mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Rumah produksi milik Fachrur kini tampak lebih sibuk dari biasanya. Ia bersama para karyawannya terus mengebut produksi tasbih berbahan dasar kayu gaharu dan cendana. Selain memiliki aroma khas yang wangi, kedua jenis kayu tersebut banyak diminati karena kesan eksklusif dan daya tahannya yang lama.
Fachrur mengungkapkan, peningkatan permintaan sudah mulai terasa sejak satu bulan sebelum Ramadan. Jika pada hari biasa ia hanya memproduksi sekitar 10 hingga 50 tasbih per hari, kini jumlahnya melonjak drastis.
“Untuk menjelang Ramadan ini, item yang sangat viral dan lagi naik daun adalah tasbih dari bahan gaharu dan juga cendana. Peningkatannya bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding bulan-bulan biasanya,” ujar Fachrur saat ditemui di bengkel kerjanya, Senin (16/2).
Baca juga : Gempar, Mayat Pria Luka-Luka Ditemukan Tengkurap di Persawahan Gurah Kediri
Demi memenuhi pesanan yang membeludak, ia menambah tenaga kerja di bagian produksi dan perakitan. Langkah tersebut diambil agar pengiriman kepada pelanggan tetap tepat waktu.
“Kalau biasanya produksi 10 sampai 50 tasbih per hari, sekarang saya tambah lima orang di bagian perakitan dan tujuh orang di bagian pembuatan. Satu hari bisa tembus 250 tasbih,” imbuhnya.
Tasbih buatan Fachrur terdiri dari 99 butir dalam satu untaian. Selain tasbih untuk wirid, ia juga memproduksi gelang tasbih yang banyak diminati kalangan anak muda. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari kelas ekonomi hingga premium.
“Harganya mulai Rp50.000, Rp100.000, sampai Rp200.000 untuk yang premium,” jelasnya.
Baca juga : Proyek Tol Kediri–Tulungagung Berhenti Sementara, Masa Penlok Habis Sejak Desember 2025
Kualitas tasbih asal Losari ini tidak hanya diminati pasar lokal dan nasional, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Melalui jaringan pemasaran yang dibangun selama beberapa tahun terakhir, produknya kini memiliki rekanan di luar negeri, termasuk di Italia dan Mesir.
“Rekanan paling jauh sekarang ada dari Italia dan Mesir,” pungkasnya.
Dari usaha kerajinan tersebut, Fachrur mampu meraup omzet jutaan rupiah setiap bulan. Tren peningkatan permintaan ini diprediksi akan terus bertahan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri mendatang. ***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





