Padi dan Jagung Dominasi Produksi Pertanian Tulungagung Sepanjang 2025

Tanaman Padi dan Jagung Dominasi Produksi Pertanian Tulungagung Sepanjang 2025
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Suyanto saat memberikan pernyataan terkait hasil produksi berbagai jenis komoditas di Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Komoditas padi dan jagung masih menjadi tulang punggung sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung sepanjang 2025. Kedua tanaman tersebut mencatatkan produksi tertinggi dibanding komoditas lain, bahkan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga Desember 2025, luas panen padi mencapai 44.245 hektare. Dari luasan tersebut, rata-rata produktivitas tercatat sebesar 64,02 kuintal per hektare.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Dengan capaian itu, total produksi padi sepanjang 2025 mencapai 283.254,93 ton. Angka tersebut dinilai cukup besar dan menghasilkan surplus yang mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Tulungagung selama satu tahun, bahkan lebih.

“Hasil panen padi tahun 2025 mengalami surplus. Jika dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat Tulungagung, jumlahnya mencukupi kebutuhan beras selama setahun bahkan masih lebih,” ujar Suyanto, Minggu (22/2/2026).

Baca juga : Pemkab Kediri Imbau Sahur Keliling Tanpa Sound Horeg

Secara rinci, masa panen tertinggi terjadi pada Januari hingga April 2025 dengan luas lahan 21.308 hektare dan produksi mencapai 143.439 ton. Sementara pada periode September hingga Desember 2025, produksi menurun menjadi 48.470 ton dari luas panen 8.018 hektare.

Tak hanya padi, jagung juga mencatatkan produksi signifikan. Dari total luas tanam 49.994 hektare, produksi jagung mencapai 353.138,81 ton dengan rata-rata produktivitas 70,64 kuintal per hektare.

“Selain padi, produksi jagung sepanjang 2025 juga cukup tinggi, yakni 353.138,81 ton,” jelasnya.

Suyanto menambahkan, dibandingkan padi, produksi jagung relatif lebih stabil dan merata di setiap periode panen. Puncak produksi jagung terjadi pada Mei hingga Agustus 2025 dengan total 127.609 ton atau rata-rata produktivitas 70,10 kuintal per hektare.

Selain dua komoditas utama tersebut, beberapa tanaman lain juga turut menyumbang produksi, meski dalam skala lebih kecil. Kedelai pada periode September hingga Desember 2025 menghasilkan 57,37 ton dari luas tanam 41 hektare. Kacang tanah dari lahan 122 hektare menghasilkan 242,83 ton, sedangkan ubi kayu dari 889 hektare mencapai 22.809,87 ton.

Baca juga : Antisipasi Kecelakaan, Satlantas Polres Kediri Tandai Titik Jalan Berlubang

“Jika dibandingkan dengan komoditas lain yang volumenya lebih kecil, dapat disimpulkan bahwa padi dan jagung masih menjadi pilihan utama petani di Tulungagung,” pungkasnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *