Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kuliner khas Lamongan, Sego Boran, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Sertifikat penetapan diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara dalam acara “Penyerahan Apresiasi Seniman/Pelaku Budaya” di Malang, Minggu (22/2/2026).
Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham menyebut pengakuan tersebut bukan sekadar simbol administratif, melainkan peluang strategis untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat Lamongan, tetapi juga momentum untuk mendorong sektor ekonomi kreatif. Kami ingin Sego Boran semakin dikenal luas dan berdampak pada kesejahteraan warga,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Sego Boran atau dikenal pula sebagai Nasi Boranan memiliki nilai historis dan filosofi tersendiri. Nama “boran” merujuk pada wadah nasi dari anyaman bambu yang digendong menggunakan selendang. Hingga kini, tradisi berjualan secara lesehan di sudut-sudut Kota Lamongan masih dipertahankan sebagai bagian dari autentisitasnya.
Keunikan hidangan ini terletak pada sejumlah pelengkap khas, seperti empuk berbahan tepung terigu berbumbu dengan tekstur lembut, pletuk dari nasi atau kacang goreng yang renyah, serta ikan sili yang menjadi lauk musiman dan bernilai ekonomis tinggi karena ketersediaannya terbatas.
Penetapan Sego Boran semakin mengukuhkan Lamongan sebagai daerah yang kaya tradisi. Sebelumnya, sejumlah kesenian dan tradisi asal Lamongan juga telah tercatat sebagai WBTb Indonesia, di antaranya Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, serta Perahu Ijon-Ijon.
Dalam rangkaian acara yang sama, pemerintah turut menyerahkan tunjangan kehormatan sebesar Rp1,5 juta kepada para juru pelihara cagar budaya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya, baik benda maupun takbenda.
Baca juga : Prajurit TNI Kodim 0809 Kediri Bangun Sumur Bor Air Siap Minum di Desa Gadungan, Ini Infonya
Mas Dirham mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan membanggakan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Pelestarian budaya merupakan fondasi pembangunan jangka panjang. Mari kita rawat dan banggakan identitas daerah ini bersama,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





