BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Sejumlah kereta api yang melintas dan berhenti di Stasiun Blitar mengalami keterlambatan signifikan akibat kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang wilayah Saradan–Bagor, Kabupaten Nganjuk, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 03.07 WIB.
Insiden tersebut melibatkan dua truk di dekat perlintasan kereta api JPL 105, sehingga sempat menghambat jalur perjalanan kereta. Dampaknya, beberapa rangkaian yang melayani penumpang dari dan menuju Blitar mengalami gangguan jadwal, bahkan keterlambatan hingga ratusan menit.
Kereta yang terdampak antara lain KA Majapahit relasi Malang–Jakarta, KA Malabar, dan KA Gajayana, yang selama ini transit di Stasiun Blitar. Selain itu, KA Jayakarta dan KA Mutiara Selatan relasi Surabaya–Jakarta via Malang juga ikut terdampak.
Baca juga : Ratusan Pelajar Kediri Ikuti Binlat Karakter di Situs Persada Soekarno Selama Ramadan
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan kecelakaan bermula saat petugas tengah menutup pintu perlintasan untuk mengamankan perjalanan KA 246B Majapahit. Sebuah dump truk yang sudah berhenti di depan perlintasan kemudian tertabrak truk tronton dari arah belakang, sehingga kedua kendaraan melintang dan menghalangi jalur rel.
Ia menyayangkan insiden tersebut karena perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang membutuhkan disiplin dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan.
Akibat kejadian itu, perjalanan KA Majapahit sempat dihentikan di Km 129+8 sebagai langkah darurat. Pihak KAI segera berkoordinasi dengan aparat dan petugas di lapangan untuk mempercepat proses evakuasi.
Jalur hilir akhirnya dapat dilalui kembali pada pukul 04.10 WIB. Sementara evakuasi dump truk di jalur hulu rampung sekitar pukul 05.42 WIB, sehingga perjalanan kereta api dapat kembali normal dengan kecepatan terbatas sebelum akhirnya beroperasi seperti biasa.
Baca juga : Kas Keliling BI Kediri Diserbu, Ratusan Warga Ponorogo Antre Sejak Pagi
Selain mengganggu operasional perjalanan, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas perlintasan, termasuk palang pintu. Perbaikan masih dilakukan agar perangkat keselamatan dapat berfungsi optimal.
KAI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya selama proses perbaikan berlangsung. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi aman sebelum menyeberang rel.
Pihak KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan yang terjadi dan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan serta meminimalkan dampak gangguan operasional.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





