KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Persik Kediri berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-24 kompetisi Super League di Stadion Brawijaya, Kamis (5/3/2026) malam. Tim berjuluk Macan Putih itu menang 2-1 setelah melakukan comeback pada menit-menit akhir pertandingan.
Persik sempat berada dalam posisi tertinggal sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan pada babak kedua. Gol penyeimbang dicetak Al Hamra Hehanussa pada menit ke-79. Sepuluh menit berselang, Muhamad Firli memastikan kemenangan tuan rumah melalui gol pada menit ke-89.
Hasil ini membuat Persik Kediri sukses mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukungnya sendiri.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku lega timnya mampu bangkit dan meraih kemenangan setelah harus menghadapi tekanan sepanjang laga. Ia juga memberikan apresiasi atas kerja keras para pemainnya.
Baca juga : Jelang Lebaran, Pemkot Kediri Sidak Parcel dan BDKT Pastikan Produk Aman Dikonsumsi
Menurutnya, Persik sempat melakukan kesalahan di lini belakang yang membuat tim harus tertinggal lebih dulu. Namun para pemain mampu memperbaiki permainan dan menunjukkan semangat untuk bangkit.
“Tim terus berusaha menekan hingga akhirnya bisa membalikkan keadaan di akhir pertandingan. Mereka layak mendapatkan kemenangan ini,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyebut kemenangan ini menjadi kado istimewa bagi Arthur Irawan yang tengah berulang tahun, sekaligus bagi para suporter yang selalu memberikan dukungan.
Marcos menjelaskan bahwa pada babak kedua timnya melakukan perubahan taktik dengan menambah kekuatan di lini serang melalui masuknya Rodrigo Dias. Namun secara tak terduga, dua gol kemenangan justru lahir dari pemain bertahan.
Baca juga : Operasi Gabungan Ramadan di Kota Kediri Akan Disesuaikan dengan Tingkat Kepatuhan Pengusaha
“Sepak bola kadang tidak selalu bisa diprediksi. Kami menambah striker agar lebih tajam di depan, tetapi gol justru datang dari situasi bola rebound yang diselesaikan pemain belakang,” katanya.
Strategi memainkan dua penyerang membuat Persik harus mengambil risiko dengan hanya menempatkan tiga pemain di lini pertahanan. Meski demikian, perubahan tersebut terbukti efektif dan berhasil membawa Persik mengamankan kemenangan.
Ia juga menilai PSBS Biak sejak awal bermain dengan pola bertahan rapat dan blok rendah, sehingga Persik harus memaksimalkan semua opsi serangan yang dimiliki untuk membongkar pertahanan lawan.
“Kami mencoba menyerang dengan segala cara yang kami miliki, dan pada akhirnya usaha itu membuahkan hasil,” pungkasnya***
Reporter : Rifky Rusydianto
Editor : Hadiyin






