Disparbud Kabupaten Kediri Gelar Festival Ogoh-Ogoh di Shaka Fest 2026

Disparbud Kabupaten Kediri Gelar Festival Ogoh-Ogoh di Shaka Fest 2026
Peserta Shaka Fest di Festival Ogoh Ogoh di Musium Sri Aji Joyoboyo Kabupaten Kediri Minggu siang (ist)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menggelar Shaka Festival (Shaka Fest) 2026 dengan menampilkan Festival Ogoh-Ogoh sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak siang hingga malam hari, Minggu (8/3), digelar di kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo. Festival tersebut diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari 15 kecamatan di Kabupaten Kediri. Tahun ini menjadi penyelenggaraan Shaka Fest yang ketiga kalinya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Sekretaris Disparbud Kabupaten Kediri, Patarina mengatakan, Shaka Fest merupakan bagian dari upaya melestarikan kearifan budaya lokal sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

Menurutnya, pemilihan Museum Sri Aji Joyoboyo sebagai lokasi kegiatan juga bertujuan untuk menjaga nilai budaya sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Kediri sebagai daerah yang berbudaya.

Baca juga : Angin Kencang Disertai Hujan Deras Terjang Kota Kediri, Sejumlah Pohon Tumbang di Delapan Titik

“Adanya Festival Ogoh-Ogoh merupakan momentum sakral dan gambaran Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Mangrwa, karena Hari Raya Nyepi bertepatan dengan bulan Ramadan dan berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini juga menjadi bagian dari penguatan toleransi antarumat,” katanya.

Patarina juga mengapresiasi keterlibatan para pemuda yang turut berpartisipasi dalam Festival Ogoh-Ogoh di Shaka Fest 2026. Ia menilai kegiatan ini merupakan salah satu peristiwa budaya penting yang memiliki nilai religius sekaligus tradisi spiritual bagi masyarakat.

“Penilaian dilakukan oleh tim juri yang kami ambil dari luar wilayah Kediri, di antaranya dari unsur dinas kebudayaan serta perwakilan dari Malang dan kawasan Tengger,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Kediri, Yuliono, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan telah disesuaikan dengan situasi bulan Ramadan agar tetap menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Baca juga : Relawan Suketeki Nusantara Kediri Bagikan 1.500 Takjil di Tiga Kecamatan, Perkuat Silaturahmi Ramadan

Ia juga menyebut kegiatan tersebut telah melalui koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kediri.

“Berdasarkan rapat koordinasi dengan FKUB Kabupaten Kediri, kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan tujuan yang baik dan saling menghargai antarumat beragama,” ujarnya.***

Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *